Berbagai faktor dapat memengaruhi apakah Anda terpikat
Ada banyak faktor yang dapat membuat Anda lebih rentan terhadap satu obat dibanding yang lain. Setiap orang berbeda dan ada terlalu banyak faktor untuk memberikan jawaban yang mudah kepada siapa pun tentang betapa mudahnya untuk kecanduan narkoba.
Berbagai faktor dapat mencakup susunan biologis tubuh Anda, seberapa sensitif Anda terhadap obat tertentu dan susunan kimiawi dari obat itu sendiri.
Beberapa orang mungkin dapat menggunakan obat berkali-kali tanpa menderita efek buruk, sementara orang lain mungkin menggunakan obat yang sama dan memiliki reaksi buruk atau bahkan overdosis saat pertama kali menggunakannya. Demikian juga, Anda bisa menjadi kecanduan obat saat pertama kali mencobanya, sementara orang lain mungkin tidak pernah membentuk kecanduan sama sekali.
Beberapa Obat Lebih Adiktif Dibandingkan Lainnya
Sama seperti ada perbedaan besar antara orang yang memakai narkoba, ada juga perbedaan besar antara jenis obat di luar sana. Misalnya, Anda dapat menggunakan kokain bubuk dan tidak pernah menjadi kecanduan, tetapi jika Anda ingin mencicipi kokain atau heroin crack, Anda mungkin kecanduan saat pertama kali mencobanya.
Terkadang kecanduan bisa menyelinap pada Anda secara perlahan dan diam-diam. Ketika Anda terus menggunakan obat, Anda dapat secara perlahan membangun toleransi terhadapnya, yang berarti bahwa Anda tidak lagi mendapatkan perasaan yang sama atau "tinggi" yang pernah Anda dapatkan dengan mengambil sejumlah kecil.
Toleransi Adalah Gejala Utama Kecanduan
Setelah toleransi Anda mulai terbentuk, Anda dapat meningkatkan dosis atau frekuensi mengonsumsi obat. Anda mencoba untuk mendapatkan "tinggi" yang sama yang Anda rasakan di awal ketika tubuh Anda tidak terbiasa dengan obat itu. Ketika Anda terus membangun toleransi, Anda akhirnya mengambil lebih banyak obat.
Tubuh Anda menjadi tergantung secara kimia pada obat. Yang berarti, Anda menemukan bahwa Anda perlu mengambil obat hanya untuk merasa normal atau diratakan.
Mengubah Sistem Penghargaan Otak
Kecanduan narkoba dianggap sebagai penyakit otak karena obat-obatan mengubah otak — mereka mengubah struktur dan cara kerjanya. Perubahan otak ini dapat bertahan lama dan dapat menyebabkan perilaku berbahaya.
Studi pencitraan otak orang-orang dengan kecanduan menunjukkan perubahan fisik di area otak yang sangat penting untuk penilaian, pengambilan keputusan, belajar dan memori, dan kontrol perilaku.
Penelitian menunjukkan kepada kita bahwa penggunaan berulang obat sebenarnya mulai membuat perubahan kimia di otak yang mengubah sistem penghargaan otak. Ketika seseorang terus menggunakan zat bahkan ketika ia tidak lagi memberikan kesenangan, itu disebut pengejaran pahala yang bersifat patologis , atau kecanduan.
Biasanya, perlu waktu untuk obat mulai mengubah sistem penghargaan otak ke titik bahwa seseorang membentuk kecanduan , tetapi beberapa obat dapat melakukannya dengan sangat cepat.
Intinya adalah, semua obat berpotensi memiliki konsekuensi yang mengancam jiwa , dan individu dapat memiliki reaksi yang sangat berbeda terhadap obat yang sama. Jika Anda sangat sensitif terhadap efek obat tertentu, mencobanya sekali saja berpotensi berbahaya.
> Sumber:
> Fowler JS, Volkow ND, Kassed CA, Chang L. Menciptakan Otak Manusia Kecanduan. Sci Pract Perspect 3 (2): 4-16, 2007.
> National Institute on Drug Abuse. Obat, Otak dan Perilaku. Ilmu Kecanduan. 2014.