Gejala penarikan alkohol bisa ringan, sedang, atau berat. Gejala penarikan parah bisa sangat serius; dalam situasi yang jarang terjadi, mereka benar-benar dapat mematikan. Penting untuk mengetahui apakah Anda mengalami gejala yang lebih parah, karena gejala dapat memburuk seiring waktu.
Jawab 10 pertanyaan ini untuk mendapatkan ide jika gejala penarikan alkohol Anda ringan, sedang atau berat.
Gejala yang paling parah biasanya terjadi antara dua dan lima hari setelah Anda berhenti minum, yang berarti bahwa satu atau dua hari pertama mungkin bukan indikator yang baik dari risiko masalah serius Anda.
Apakah Saya Akan Memiliki Gejala Penarikan yang Ringan, Sedang, atau Parah Setelah Saya Berhenti Menggunakan Alkohol?
Jawaban atas pertanyaan ini akan bergantung pada banyak faktor — ukuran, usia, jenis kelamin, kebiasaan minum, dan genetika di antara yang lainnya. Namun, Anda bisa mendapatkan gambaran yang bagus tentang tingkat risiko Anda, dengan mengikuti kuis cepat.
Tes ini benar-benar rahasia dan anonim; hasil Anda tidak dicatat dan hanya tersedia untuk Anda. Anda tidak dimintai informasi identifikasi pribadi.
Kuis ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti evaluasi medis profesional. Ini hanya harus digunakan sebagai panduan untuk menentukan apakah gejala penarikan alkohol Anda sedemikian rupa sehingga Anda harus mencari perhatian medis sebelum Anda mencoba untuk berhenti minum.
Jujurlah pada dirimu sendiri
Saat menjawab pertanyaan, jujurlah kepada diri sendiri, hanya Anda yang akan melihat hasil tes Anda.
Jika Anda menginginkan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk mengikuti kuis kedua ini untuk membantu Anda mengukur apakah Anda memiliki masalah.
Ketahuilah bahwa, jika gejala Anda tampak serius, sekarang mungkin saat yang tepat untuk mencari intervensi medis. Penarikan alkohol dapat berakibat fatal jika gejala berat tidak diobati. Rumah sakit dan pusat detoksifikasi telah mengalami staf yang akrab dengan gejala dan memiliki alat untuk memberikan perawatan yang tepat.
Apa itu Alkohol Penarikan?
Jika Anda peminum berat — bahkan jika Anda bukan pecandu alkohol — Anda kemungkinan akan mengalami setidaknya beberapa gejala jika Anda berhenti tiba-tiba.
Kebanyakan orang menggunakan alkohol untuk mengurangi kecemasan dan bersantai. Alkohol memberikan hasil ini dengan meningkatkan efek GABA, neurotransmitter yang bertanggung jawab untuk menciptakan perasaan tenang dan euforia. Ini juga menurunkan glutamat, pemancar lain yang menciptakan rangsangan.
Minum berat membuat semakin sulit untuk meningkatkan GABA dan menurunkan glutamat — jadi semakin banyak alkohol diperlukan untuk hasil yang sama. Tubuh Anda menjadi terbiasa dengan perubahan ini dan merespons dengan memproduksi lebih banyak glutamat dan kurang GABA.
Delirium Tremens sebagai Gejala Parah
Ketika Anda tiba-tiba berhenti minum, Anda tidak lagi menekan dua neurotransmiter ini — tetapi tubuh Anda masih memproduksi glutamat dan memproduksi GABA. Akibatnya, Anda mungkin menjadi hiperexcited: cemas, gelisah, dan goyah. Jika Anda peminum berat, gejala Anda mungkin jauh lebih parah, berkembang menjadi tremor, kejang, dan tekanan darah tinggi yang serius.
Salah satu gejala penarikan alkohol yang paling parah disebut "DT" atau tremens delirium. Gejala mungkin termasuk halusinasi, kebingungan, dan kemungkinan kejang.
Sekitar 3-5% orang yang mengundurkan diri dari minum berat mengalami DT.
> Sumber
> Medline Plus. Penarikan alkohol. 2015.
> Monasco A, Chang S, Larriviere J, Hamm LL, Glass M. > Penarikan Alkohol >. Med Selatan J. 2012; 15: 607-612.
> National Institute on Drug Abuse. Pendekatan pengobatan untuk kecanduan narkoba. Juni 2016.