7 Mitos Tentang Otak

Memisahkan Fakta Otak Dari Fiksi Otak

Otak manusia luar biasa dan terkadang misterius. Sementara para peneliti masih mengungkap rahasia bagaimana otak bekerja, mereka telah menemukan banyak informasi tentang apa yang terjadi di dalam palu Anda. Sayangnya, masih banyak mitos otak di luar sana.

Berikut ini hanya beberapa dari banyak mitos tentang otak:

Mitos 1: Kami Menggunakan Sepuluh Persen Otak Kita

Anda mungkin pernah mendengar informasi yang sering dikutip ini beberapa kali, tetapi pengulangan yang konstan tidak membuatnya lebih akurat.

Orang sering menggunakan legenda urban populer ini untuk menyatakan bahwa pikiran mampu melakukan hal-hal yang jauh lebih besar, seperti kecerdasan yang meningkat secara dramatis, kemampuan psikis, atau bahkan telekinesis.

Penelitian menunjukkan bahwa semua area otak melakukan beberapa jenis fungsi. Jika mitos 10 persen itu benar, kerusakan otak akan jauh lebih kecil kemungkinannya - bagaimanapun juga, kita hanya perlu khawatir tentang 10 persen kecil otak kita yang terluka.

Faktanya adalah kerusakan pada area otak yang kecil sekalipun dapat mengakibatkan konsekuensi yang mendalam bagi kognisi dan fungsi. Teknologi pencitraan otak juga menunjukkan bahwa seluruh otak menunjukkan tingkat aktivitas, bahkan saat tidur.

Mitos 2: Kerusakan Otak adalah Permanen

Otak rapuh dan bisa rusak oleh hal-hal seperti cedera, stroke, atau penyakit. Kerusakan ini dapat mengakibatkan berbagai konsekuensi, dari gangguan ringan dalam kemampuan kognitif untuk menyelesaikan gangguan.

Kerusakan otak bisa menghancurkan, tetapi apakah itu selalu permanen?

Sementara kita sering cenderung menganggap cedera otak sebagai abadi, kemampuan seseorang untuk pulih dari kerusakan tersebut tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi cedera. Misalnya, pukulan ke kepala selama pertandingan sepak bola bisa menyebabkan gegar otak.

Meskipun ini bisa sangat serius, kebanyakan orang dapat pulih ketika diberikan waktu untuk menyembuhkan. Stroke yang parah, di sisi lain, dapat mengakibatkan konsekuensi yang mengerikan terhadap otak yang sangat permanen.

Namun, penting untuk diingat bahwa otak manusia memiliki jumlah plastisitas yang mengesankan. Bahkan setelah peristiwa otak yang serius, seperti stroke, otak sering dapat menyembuhkan dirinya sendiri dari waktu ke waktu dan membentuk koneksi baru.

Mitos 3: Orang-Orang Benar atau Otak Kiri

Pernahkah Anda mendengar seseorang mendeskripsikan diri mereka sebagai orang yang berotak kiri atau berotak kanan ? Ini berasal dari gagasan populer bahwa orang didominasi oleh belahan otak kanan atau kiri mereka. Menurut ide ini, orang yang "berotak kanan" cenderung lebih kreatif dan ekspresif, sedangkan mereka yang "berotak kiri" cenderung lebih analitis dan logis.

Sementara para ahli memang mengakui bahwa ada lateralisasi fungsi otak (yaitu, jenis tugas dan pemikiran tertentu cenderung lebih terkait dengan wilayah tertentu otak), tidak ada yang sepenuhnya berotak kanan atau berotak kiri. Bahkan, kita cenderung melakukan lebih baik pada tugas-tugas ketika seluruh otak dimanfaatkan, bahkan untuk hal-hal yang biasanya terkait dengan area tertentu di otak.

Mitos 4: Manusia memiliki Otak Terbesar

Otak manusia cukup besar dalam proporsi ukuran tubuh, tetapi kesalahpahaman umum lainnya adalah bahwa manusia memiliki otak terbesar dari setiap organisme. Seberapa besar otak manusia ? Bagaimana cara membandingkannya dengan spesies lain?

Rata-rata orang dewasa memiliki otak dengan berat sekitar tiga pon dan memiliki panjang sekitar 15 cm. Otak binatang terbesar milik ikan paus sperma, dengan berat badan mencapai 18 pon! Hewan berotak besar lainnya adalah gajah, dengan ukuran otak rata-rata sekitar 11 kilogram.

Tapi bagaimana dengan ukuran otak relatif secara proporsional dengan ukuran tubuh?

Manusia pasti memiliki otak yang paling besar dibandingkan dengan ukuran tubuh mereka, bukan? Sekali lagi, gagasan ini juga merupakan mitos. Anehnya, satu hewan yang memiliki ukuran tubuh terbesar dengan rasio otak adalah tikus, dengan otak yang membentuk sekitar 10 persen dari massa tubuhnya.

Mitos 5: Sel Otak Mati Secara Permanen

Kearifan tradisional telah lama menyatakan bahwa orang dewasa hanya memiliki begitu banyak sel otak dan bahwa kita tidak pernah membentuk sel-sel baru. Setelah sel-sel ini hilang, apakah mereka pergi untuk selamanya?

Dalam beberapa tahun terakhir, para ahli telah menemukan bukti bahwa otak manusia dewasa memang membentuk sel-sel baru sepanjang hidup, bahkan selama usia tua. Proses pembentukan sel-sel otak baru dikenal sebagai neurogenesis dan para peneliti telah menemukan bahwa itu terjadi di setidaknya satu wilayah penting otak yang disebut hippocampus.

Mitos 6: Minum Alkohol Membunuh Sel Otak

Sebagian terkait dengan mitos bahwa kita tidak pernah menumbuhkan neuron baru adalah gagasan bahwa meminum alkohol dapat menyebabkan kematian sel di otak. Minum terlalu banyak atau terlalu sering, beberapa orang mungkin memperingatkan, dan Anda akan kehilangan sel-sel otak berharga yang tidak pernah bisa Anda dapatkan kembali. Kita sudah belajar bahwa orang dewasa memang mendapatkan sel otak baru sepanjang hidup, tetapi dapatkah minum alkohol benar-benar membunuh sel-sel otak?

Sementara penyalahgunaan alkohol yang berlebihan atau kronis tentu dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan yang mengerikan, para ahli tidak percaya bahwa minum menyebabkan neuron mati. Bahkan, penelitian telah menunjukkan bahwa bahkan pesta minuman keras tidak membunuh neuron.

Mitos 7: Ada 100 Miliar Neuron di Otak Manusia

Perkiraan 100 miliar neuron telah berulang begitu sering dan begitu lama sehingga tidak ada yang benar-benar yakin dari mana asalnya. Pada tahun 2009, bagaimanapun, seorang peneliti memutuskan untuk menghitung neuron di otak orang dewasa dan menemukan bahwa angka itu hanya sedikit melenceng.

Berdasarkan penelitian ini, tampak bahwa otak manusia mengandung lebih dekat dengan 85 miliar neuron. Jadi sementara angka yang sering dikutip adalah beberapa miliar terlalu tinggi, 85 miliar masih tidak ada bersin.

> Sumber:

Balter, M. (2012, 26 Oktober). Mengapa otak kita sangat besar? Slate .

Boyd, R. (2008, 7 Feb). Apakah orang hanya menggunakan 10 persen dari otak mereka? Scientific American .

BrainFacts.org. (2012). Mitos: Kerusakan otak selalu permanen.

Cossins, D. (2013, 7 Juni). Neurogenesis dewasa manusia terungkap. The Scientist .

Hanson, DJ (nd). Apakah minum alkohol membunuh sel-sel otak? PsychCentral.com .

Herculano-Houzel S (2009). Otak manusia dalam jumlah: Otak primata berskala linier. Frontiers dalam Neuroscience Manusia, 3 (31) . doi: 10.3389 / neuro.09.031.2009

Randerson, J. (2012, 28 Februari). Berapa banyak neuron yang membentuk otak manusia? Miliaran lebih sedikit dari yang kita duga. Penjaga.

> Zimmer, C. (2009, 15 April). Persamaan Besar & Perbedaan Unik Antara Otak Kiri dan Kanan Kita. Temukan Majalah .