Perilaku Disfungsional dan Pola Keluarga

Istilah disfungsional didefinisikan sebagai "fungsi abnormal atau gangguan" pada bagian individu, antara orang-orang dalam hubungan apa pun, atau di antara anggota keluarga. Fungsi yang buruk mengacu pada perilaku dan hubungan yang tidak berfungsi dan memiliki satu atau lebih aspek negatif yang tidak sehat bagi mereka, seperti komunikasi yang buruk atau konflik yang sering terjadi.

Ini adalah istilah yang sering digunakan oleh profesional kesehatan mental untuk interaksi antara orang-orang dan sering digunakan untuk menggambarkan hubungan apa pun di mana ada masalah atau pergumulan yang signifikan. Hubungan atau situasi yang disfungsional sering menjadi dorongan untuk mendapatkan bantuan dalam psikoterapi. Banyak keluarga mengembangkan aspek disfungsional ketika mencoba untuk mengatasi remaja yang bermasalah karena anggota keluarga dipaksa untuk beradaptasi dengan masalah emosi atau perilaku remaja yang berdampak pada mereka setiap hari.

Contoh Perilaku Disfungsional

Pola Keluarga Disfungsional

Dalam keluarga disfungsional, ada berbagai pola yang dapat terjadi.

Berikut ini yang paling umum:

Banyak keluarga memiliki waktu ketika pola-pola ini terjadi, tetapi ketika mereka mulai menjadi norma bahwa disfungsi terjadi.

Efek Disfungsi pada Anak-Anak

Ketika pola disfungsional menjadi standar dalam keluarga, efek merugikan pada anak-anak besar dan dapat dibawa ke dalam hubungan dewasa mereka. Beberapa efek potensial dan merusak ini untuk anak-anak adalah:

Terapi Keluarga dapat Membantu Disfungsi

Jika keluarga Anda mengalami disfungsi karena alasan apa pun, mencari terapi keluarga mungkin merupakan pilihan yang baik. Terapi keluarga telah terbukti sangat efektif dalam mempelajari cara-cara baru untuk berkomunikasi, memecahkan masalah antara anggota keluarga dan menjadi sumber dukungan dan kekuatan satu sama lain.

Sumber:

"Hubungan Keluarga Disfungsional." Universitas Brown (2016).