Penyebab dan Cara Mengatasi
Banyak orang mengalami stres atau kecemasan sebelum ujian. Bahkan, sedikit gugup sebenarnya dapat membantu Anda melakukan yang terbaik. Namun, ketika kesulitan ini menjadi sangat berlebihan sehingga mengganggu kinerja pada ujian, itu dikenal sebagai kegelisahan tes .
Gejala Kegelisahan Test
Gejala-gejala kecemasan tes dapat bervariasi dan berkisar dari ringan hingga berat.
Beberapa siswa hanya mengalami gejala kecemasan uji ringan dan masih bisa melakukan cukup baik pada ujian. Siswa lain hampir tidak mampu karena kegelisahan mereka, melakukan kesalahan pada tes atau bahkan mengalami serangan panik sebelum atau selama ujian.
- Gejala fisik dari kegelisahan tes termasuk berkeringat, gemetar, detak jantung yang cepat, mulut kering, pingsan, dan mual. Kasus kecemasan tes yang lebih ringan dapat menyebabkan rasa "kupu-kupu" di perut, sementara kasus yang lebih parah dapat benar-benar menyebabkan siswa menjadi sakit secara fisik.
- Gejala kognitif dan perilaku dapat mencakup penghindaran yang gelisah atau langsung dari situasi pengujian. Dalam beberapa kasus, kegelisahan ujian bisa menjadi sangat parah sehingga siswa akan putus sekolah untuk menghindari sumber ketakutan mereka. Penyalahgunaan zat juga dapat terjadi karena banyak siswa berusaha mengobati kecemasan mereka sendiri dengan mengambil downers seperti obat resep dan alkohol. Banyak orang dengan laporan kecemasan uji mengosongkan jawaban untuk tes, meskipun mereka benar-benar mempelajari informasi dan yakin bahwa mereka tahu jawaban atas pertanyaan. Negatif self-talk, kesulitan berkonsentrasi pada tes dan pemikiran balapan juga merupakan gejala kognitif umum dari kegelisahan tes.
- Gejala - gejala emosional dari kegelisahan tes bisa termasuk depresi, harga diri rendah, kemarahan dan perasaan putus asa. Siswa sering merasa tidak berdaya untuk mengubah situasi mereka atau meremehkan dan mencaci-maki diri mereka sendiri karena gejala mereka dan kinerja tes yang buruk.
Penyebab Kecemasan Tes
Ada beberapa kemungkinan penyebab kegelisahan tes, termasuk:
- Riwayat hasil pengujian yang buruk. Jika Anda telah melakukan tes buruk sebelumnya, baik karena Anda tidak belajar cukup baik atau karena Anda sangat cemas, Anda tidak dapat mengingat jawabannya, ini dapat menyebabkan lebih banyak kecemasan dan sikap negatif setiap kali Anda harus mengambil tes lain.
- Tidak siap. Jika Anda tidak belajar atau tidak belajar dengan cukup baik, ini dapat menambah rasa kecemasan Anda.
- Menjadi takut gagal. Jika Anda menghubungkan rasa harga diri Anda dengan nilai tes Anda, tekanan yang Anda berikan pada diri sendiri dapat menyebabkan kecemasan tes yang berat.
Cara untuk Membantu Mengatasi Kecemasan Tes
Untungnya, ada langkah-langkah yang dapat diambil para siswa untuk meringankan gejala-gejala yang tidak menyenangkan dan seringkali berbahaya ini. Beberapa cara untuk membantu mengatasi kecemasan tes meliputi:
- Teknik relaksasi seperti pernapasan dalam dapat membantu Anda untuk rileks sebelum dan selama tes.
- Pastikan Anda cukup tidur dan makan makanan sehat.
- Berusahalah mengembangkan kebiasaan belajar yang baik dan pastikan Anda siap menghadapi ujian. Salah satu cara yang baik untuk melakukan ini adalah menghargai diri sendiri untuk tujuan yang Anda tetapkan ketika Anda belajar.
- Jangan hubungkan harga diri Anda dengan hasil tes. Ini satu tes dan kelayakan Anda sebagai seseorang tidak tergantung pada nilai.
- Fokus pada tes dan cobalah untuk tidak terganggu.
- Tetap positif.
- Jika Anda membutuhkan dukungan tambahan, buatlah janji dengan konselor sekolah Anda.
Sumber:
"Test Anxiety." Anxiety and Depression Association of America (2016).