Bagaimana sebenarnya peneliti menyelidiki pikiran dan perilaku manusia? Meskipun ada sejumlah teknik penelitian yang berbeda, metode eksperimen memungkinkan peneliti untuk melihat hubungan sebab-akibat.
Dalam metode eksperimen, peneliti mengidentifikasi dan mendefinisikan variabel kunci, merumuskan hipotesis, memanipulasi variabel dan mengumpulkan data pada hasil.
Variabel eksternal dikontrol secara hati-hati untuk meminimalkan dampak potensial pada hasil percobaan.
Pandangan Lebih Dekat pada Metode Eksperimental dalam Psikologi
Metode eksperimen melibatkan memanipulasi satu variabel untuk menentukan apakah perubahan dalam satu variabel menyebabkan perubahan dalam variabel lain. Metode ini bergantung pada metode terkontrol, tugas acak dan manipulasi variabel untuk menguji hipotesis.
Jenis Eksperimen
Ada beberapa jenis eksperimen yang mungkin dipilih oleh para peneliti. Jenis eksperimen yang dipilih mungkin tergantung pada berbagai faktor termasuk para peserta, hipotesis dan sumber daya yang tersedia untuk para peneliti.
1. Eksperimen Lab
Eksperimen laboratorium sangat umum dalam psikologi karena memungkinkan para peneliti lebih mengontrol variabel. Eksperimen ini juga dapat mempermudah peneliti lain untuk bereplikasi. Masalahnya, tentu saja, adalah apa yang terjadi di laboratorium tidak selalu identik dengan apa yang terjadi di dunia nyata.
2. Eksperimen Lapangan
Terkadang peneliti mungkin memilih untuk melakukan eksperimen mereka di lapangan. Sebagai contoh, mari kita bayangkan bahwa seorang psikolog sosial tertarik untuk meneliti perilaku prososial . Eksperimen mungkin memiliki seseorang yang pura-pura pingsan dan mengamati untuk melihat berapa lama yang dibutuhkan penonton untuk merespon.
Jenis eksperimen ini dapat menjadi cara yang bagus untuk melihat perilaku beraksi dalam pengaturan yang realistis. Namun, itu membuat lebih sulit bagi para peneliti untuk mengontrol variabel dan dapat memperkenalkan variabel perancu yang mungkin mempengaruhi hasil.
3. Kuasi-Eksperimen
Sementara percobaan laboratorium dan lapangan mewakili apa yang dikenal sebagai eksperimen sejati, peneliti juga dapat memanfaatkan jenis ketiga yang dikenal sebagai quasi-eksperimen. Ini sering disebut sebagai eksperimen alami karena para peneliti tidak memiliki kontrol yang benar atas variabel independen. Sebaliknya, tingkat perawatan ditentukan oleh kondisi alami situasi. Seorang peneliti yang melihat perbedaan kepribadian dan urutan kelahiran, misalnya, tidak dapat memanipulasi variabel independen dalam situasi tersebut. Tingkat perawatan tidak dapat ditentukan secara acak karena peserta secara alami masuk dalam kelompok yang sudah ada berdasarkan urutan kelahiran mereka di keluarga mereka.
Jadi mengapa seorang peneliti memilih untuk menggunakan eksperimen semu? Ini adalah pilihan yang baik dalam situasi di mana para ilmuwan dan tertarik untuk mempelajari fenomena di alam, pengaturan dunia nyata. Ini juga merupakan pilihan yang baik dalam situasi di mana peneliti tidak dapat secara etis memanipulasi variabel independen yang dimaksud.
Istilah Penting untuk Diketahui
Untuk memahami cara kerja metode eksperimental, ada beberapa istilah utama yang harus Anda pahami terlebih dahulu.
Variabel independen adalah perlakuan yang dimanipulasi oleh eksperimen. Variabel ini diasumsikan menyebabkan beberapa jenis efek pada variabel lain. Jika seorang peneliti sedang menyelidiki bagaimana pengaruh tidur terhadap nilai tes, jumlah tidur yang didapatkan seseorang akan menjadi variabel independen.
Variabel dependen adalah efek yang diukur oleh eksperimen. Dalam contoh kami sebelumnya, skor tes akan menjadi variabel dependen.
Definisi operasional diperlukan untuk melakukan percobaan.
Ketika kita mengatakan sesuatu adalah variabel independen atau variabel dependen, kita perlu memiliki definisi yang sangat jelas dan spesifik tentang arti dan ruang lingkup dari variabel itu.
Hipotesis adalah pernyataan tentatif atau tebakan tentang kemungkinan hubungan antara dua atau lebih variabel. Dalam contoh kami sebelumnya, peneliti mungkin berhipotesis bahwa orang yang mendapatkan lebih banyak tidur akan tampil lebih baik pada tes matematika pada hari berikutnya. Tujuan dari eksperimen ini adalah mendukung atau gagal mendukung hipotesis ini.
Proses Eksperimental
Psikolog, seperti ilmuwan lain, menggunakan metode ilmiah saat melakukan eksperimen. Metode ilmiah adalah seperangkat prosedur dan prinsip yang memandu bagaimana para ilmuwan mengembangkan pertanyaan penelitian, mengumpulkan data dan sampai pada kesimpulan.
Empat langkah dasar dari proses ini adalah:
- Membentuk Hipotesis
- Merancang Studi dan Mengumpulkan Data
- Menganalisis Data dan Mencapai Kesimpulan
- Berbagi Temuan
Sebagian besar mahasiswa psikologi akan diharapkan untuk menggunakan metode eksperimental di beberapa titik. Jika Anda ingin melihat lebih dekat pada prosesnya, pastikan untuk memeriksa perincian langkah demi langkah tentang cara melakukan eksperimen psikologi untuk informasi lebih lanjut.