Karakteristik Kepribadian Dapat Menjadi Faktor Risiko
Sudah lama dipikirkan bahwa gangguan obsesif-kompulsif (OCD) mungkin terkait dengan karakteristik kepribadian yang berbeda. Sebagai contoh, Freud berpikir bahwa ciri-ciri kepribadian seperti ketidakpastian dan ketertiban memainkan peran besar dalam pengembangan OCD . Meskipun tampaknya tidak ada satu tipe kepribadian yang rentan untuk mengembangkan OCD, penelitian terbaru menunjukkan bahwa fitur kepribadian tertentu mungkin berpengaruh.
Kategori Kepribadian
Meskipun ada banyak cara di mana kita dapat memikirkan atau mendefinisikan kepribadian, itu telah menjadi populer untuk menggambarkan kepribadian menggunakan kategori berbeda yang mencerminkan berbagai aspek cara kita berpikir atau bertindak.
Menurut salah satu model yang populer, kepribadian dapat digambarkan menggunakan tujuh kategori termasuk:
- Kebaruan Mencari - Orang-orang yang tinggi dalam sifat ini biasanya bersemangat, ingin tahu dan impulsif, sedangkan mereka yang rendah sisi tenang, berhati-hati dan bijaksana.
- Harm Avoidance - Orang-orang yang tinggi dalam sifat ini biasanya cemas, khawatir tentang masa depan dan tidak dapat mentolerir ketidakpastian, sementara mereka yang berada di sisi rendah rileks dan menghadapi kecemasan dengan baik.
- Ketergantungan Pahala - Orang-orang yang tinggi dalam sifat ini biasanya hangat, penuh kasih dan sensitif, sedangkan mereka yang rendah cenderung dingin dan / atau tidak emosional.
- Ketekunan - Orang yang tinggi dalam sifat ini biasanya pekerja keras, rajin dan tahan terhadap kelelahan, sementara orang yang rendah dalam sifat ini mungkin mudah lelah, lebih santai dan kurang diarahkan pada tujuan.
- Self-Directedness - Orang-orang yang tinggi dalam sifat ini biasanya dewasa, bertanggung jawab, dapat diandalkan dan berorientasi pada tujuan, sementara orang yang rendah dalam sifat ini cenderung lebih berfokus pada diri sendiri, tidak dapat diandalkan dan belum dewasa.
- Keterjangkauan - Orang yang tinggi dalam sifat ini biasanya berusaha untuk bergaul dengan orang lain dan merupakan pemain tim yang baik sementara mereka yang rendah dalam sifat ini cenderung tidak kooperatif dan menghargai kebaikan pribadi mereka di atas orang lain.
- Transendensi Diri - Orang yang tinggi dalam sifat ini biasanya mencari sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri, dengan mudah asyik dalam kegiatan yang mereka nikmati dan bersifat spiritual, sedangkan orang yang rendah dalam sifat ini cenderung rasional, hadir dan tidak terlalu spiritual.
Bagaimana Kategori Kepribadian Ini Berkaitan dengan OCD
Studi telah secara konsisten menemukan bahwa dibandingkan dengan orang tanpa OCD, individu yang terkena OCD memiliki skor yang lebih tinggi dalam hal penghindaran bahaya dan skor yang lebih rendah pada pencarian yang baru , ketergantungan hadiah , pengarahan diri sendiri dan kegotong - royongan .
Sementara karakteristik kepribadian tertentu tidak mungkin menjadi penyebab langsung OCD, mereka bisa menjadi faktor risiko . Faktor risiko adalah sesuatu yang meningkatkan peluang seseorang untuk akhirnya mengembangkan penyakit tertentu. Sebagai contoh, seseorang yang mendapat skor tinggi untuk menghindari bahaya dapat mengembangkan strategi coping yang tidak efektif untuk mengelola stres, sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa mereka akan mengembangkan OCD. Selain menjadi faktor risiko untuk mengembangkan OCD, ciri-ciri kepribadian tertentu dapat dikaitkan dengan gejala OCD karena dasar biologis bersama.
Dalam contoh lain, seseorang yang memiliki ketergantungan imbalan rendah mungkin mengalami kesulitan untuk memanfaatkan dukungan yang ditawarkan oleh teman dan keluarga yang mungkin dapat membantu dalam menghadapi situasi sulit.
Sekali lagi, dalam situasi yang tepat, ini bisa membuat mereka rentan terhadap pengembangan OCD.
Ciri Kepribadian Spesifik Yang Berlaku di OCD
Tidak terkait dengan kategori kepribadian yang dijelaskan di atas, ada lima ciri kepribadian tertentu yang cenderung dimiliki oleh banyak orang dengan OCD.
- Perfeksionisme - Kebutuhan untuk memiliki situasi dan objek yang tepat.
- Ketidakpastian - Ketidakmampuan untuk membuat keputusan atau membutuhkan banyak waktu untuk memutuskan.
- Impulsivity - Kecenderungan untuk melakukan apa yang terasa baik saat ini tanpa memikirkan konsekuensi masa depan.
- Tanggung jawab - Kecenderungan untuk mengambil dan / atau merasa lebih bertanggung jawab atas tindakan Anda daripada yang dilakukan kebanyakan orang.
- Neuroticism - Dorongan untuk menghindari situasi yang tampaknya berbahaya.
Terapi Dapat Membantu Mengidentifikasi Pola Kepribadian
Psikoterapi dapat membantu dalam mengidentifikasi karakteristik kepribadian atau pola perilaku yang menghalangi cara mengembangkan strategi coping yang baik dan / atau memanfaatkan perawatan. Selain itu, banyak psikolog klinis yang terlatih dalam penilaian kepribadian dan dapat bekerja dengan Anda untuk menjelajahi profil kepribadian Anda. Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana kepribadian Anda mungkin mempengaruhi gejala atau pengobatan Anda, pastikan untuk berbicara dengan penyedia perawatan kesehatan mental Anda.
Sumber:
Alonso, P., Menchon, JM, Jimenez, S., Segalas, J., Mataix-Cols, D., Jaurrieta, N., Labad, J, Vallejo, J., Cardoner, N., & Pujol, J. "Dimensi kepribadian dalam gangguan obsesif-kompulsif: Hubungan dengan variabel klinis." Penelitian Psikiatri Juni 2008 157: 159-168.
Kim, SJ, Kang, JI, & Kim, CH “Temperamen dan karakter pada subjek dengan gangguan obsesif-kompulsif” Psikiatri Komprehensif 2009 50: 567-572.
http://www.bbc.co.uk/science/humanbody/mind/articles/disorders/ocd.shtml