Ageism adalah jenis diskriminasi yang melibatkan prasangka terhadap orang berdasarkan usia mereka. Mirip dengan rasisme dan seksisme, ageism melibatkan memegang stereotip negatif tentang orang-orang dari berbagai usia.
Istilah ageism pertama kali digunakan oleh ahli gerontologist Robert N. Butler untuk menggambarkan diskriminasi orang dewasa yang lebih tua. Saat ini, istilah ini sering diterapkan untuk semua jenis diskriminasi berdasarkan usia, apakah itu melibatkan prasangka terhadap anak-anak, remaja, orang dewasa, atau warga negara senior.
Manifestasi dari ageism sering dikutip dalam situasi tempat kerja, di mana hal itu dapat menyebabkan kesenjangan pembayaran atau kesulitan mencari pekerjaan. Orang dewasa yang lebih muda mungkin mengalami kesulitan mencari pekerjaan dan menerima bayaran yang lebih rendah karena mereka merasa kurang pengalaman, sementara orang dewasa yang lebih tua mungkin memiliki masalah dalam mencapai promosi, menemukan pekerjaan baru, dan mengubah karier.
Stereotip yang Berkontribusi ke Ageism
Peneliti Susan Fiske telah menyarankan bahwa stereotip tentang orang tua sering berhubungan dengan bagaimana orang yang lebih muda mengharapkan mereka untuk berperilaku.
- Stereotip pertama yang dia gambarkan berhubungan dengan suksesi . Orang yang lebih muda sering menganggap bahwa orang yang lebih tua telah "mendapat giliran," dan harus memberi jalan bagi generasi yang lebih muda.
- Stereotip kedua berkaitan dengan apa yang disebut Fiske sebagai konsumsi . Orang yang lebih muda sering merasa bahwa sumber daya yang terbatas harus dihabiskan untuk diri mereka sendiri daripada pada orang dewasa yang lebih tua.
- Akhirnya, orang-orang muda juga memegang stereotip tentang identitas orang dewasa yang lebih tua. Orang yang lebih muda merasa bahwa mereka yang lebih tua dari mereka seharusnya "bertindak sesuai usia mereka" dan tidak mencoba "mencuri" identitas orang yang lebih muda, termasuk hal-hal seperti pola bicara dan cara berpakaian.
Seberapa Umumkah Ageisme?
Para peneliti juga menemukan bahwa ageism secara mengejutkan merupakan hal yang biasa. Dalam satu penelitian yang diterbitkan dalam edisi 2013 The Gerontologist , para peneliti melihat bagaimana orang yang lebih tua terwakili dalam kelompok Facebook. Mereka menemukan 84 kelompok yang ditujukan untuk topik orang dewasa yang lebih tua, tetapi sebagian besar kelompok ini telah dibuat oleh orang-orang berusia 20-an.
Hampir 75 persen dari kelompok ada untuk mengkritik orang yang lebih tua dan hampir 40 persen mendukung melarang mereka dari kegiatan seperti mengemudi dan berbelanja.
Orang dewasa yang lebih tua juga merasakan dampak diskriminasi ini di tempat kerja. Menurut US Equal Opportunity Commission, hampir seperempat dari semua klaim yang diajukan oleh pekerja terkait dengan diskriminasi berdasarkan usia.
AARP melaporkan bahwa 1 dari setiap 5 pekerja di Amerika Serikat berusia di atas 55 tahun. Hampir 65 persen pekerja mengatakan bahwa mereka telah mengalami diskriminasi berdasarkan usia di tempat kerja dan 58 persen dari mereka yang disurvei percaya bahwa usia menjadi jelas mulai dari usia 50.
Cara Memerangi Ageisme
American Psychological Association menunjukkan bahwa ageism adalah masalah serius yang harus diperlakukan sama dengan diskriminasi jenis kelamin, ras, dan cacat. Mereka menyarankan bahwa meningkatkan kesadaran publik tentang isu-isu yang diciptakan oleh ageism dapat membantu. Karena populasi orang dewasa yang lebih tua terus meningkat, mencari cara untuk meminimalkan usia akan menjadi semakin penting.
> Sumber:
> Adler, T. (2013). Ageism: Hidup dan menendang. APS Observer, 26 (7). Diterima dari
> Ditterman, M. (2003). Fighting Ageism. Pantau Psikologi, 34 (5), 50. Diperoleh dari
> Loretto, W., Duncan, C., & White, PJ (2000). Ageism and employment: Kontroversi, ambiguitas, dan persepsi orang-orang muda. Aging & Society, 20 (3) , 279-302.
> North, MS, & Fiske, ST (2013). Sebuah skala usia abstrak antar-generasi yang bersifat preskriptif: Suksesi, identitas, dan konsumsi. Penilaian Psikologis. Advance publikasi online.
> Statistik Komisi Peluang Kerja Sama AS. Age Discriminiation in Employment Act