Bagaimana Pubertas dan Menstruasi Mempengaruhi Girls dengan ADHD?

Perubahan hormonal yang terhubung dengan menstruasi dapat meningkatkan gejala ADHD

"Putriku yang berusia 12 tahun, yang menderita ADHD, telah menjadi semakin sulit - dramatis dan moody - selama tahun terakhir ini. Dia juga telah memulai siklus menstruasinya dan merupakan tantangan utama tepat sebelum siklusnya. Dapatkah perubahan hormonal mempengaruhi Gejala ADHD? "

Mengelola dan mengatur perasaan itu sulit untuk setiap anak. Tambahkan tantangan pubertas, dan itu menjadi lebih sulit.

Melalui dalam dosis ADHD yang sehat, dan situasi bisa menjadi luar biasa.

Apa yang sedang terjadi?

ADHD and Puberty: A Perfect Storm

ADHD dapat membuat perempuan lebih emosional hiper-reaktif. Begitu juga gejala pre-menstruasi. Dengan keduanya di tempat kerja, banyak gadis sangat rentan dan cenderung meledak, mencair, atau kehilangan kendali emosi.

ADHD dapat membuat gadis lebih sadar diri. Begitu juga pubertas. Menstruasi, tentu saja, juga merupakan alasan untuk kecemasan terkait dengan citra tubuh. Semua elemen ini bekerja sama untuk menciptakan "badai sempurna" kesadaran diri dan jatuhnya harga diri.

Gejala pra-menstruasi seperti depresi, kram, dan kelelahan seringkali lebih intens untuk anak perempuan dengan ADHD. Gejala ADHD dibuat lebih intens oleh tantangan seperti stres, kelelahan, dan rasa sakit. Dengan demikian, gadis-gadis yang mengalami pubertas mungkin terjebak dalam lingkaran setan yang meningkatkan tekanan emosi.

Bagaimana Orang Tua Dapat Membantu

Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu?

Jika gejalanya meningkat ke titik di mana putri Anda mengalami frustrasi ekstrem seperti itu sehingga ia bereaksi dengan kemarahan, depresi atau kecemasan, berbicaralah dengan dokternya segera. Ada obat yang dapat digunakan untuk membantu putri Anda jika masalah PMS menjadi terlalu kuat.

Didiklah diri Anda dan putri Anda.

Penting bagi anak perempuan dengan ADHD dan orang tua mereka untuk menyadari bagaimana perubahan hormon ini dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman ini, orang tua cenderung lebih toleran terhadap pergumulan dan kerentanan yang dihadapi putri mereka dan anak perempuan lebih mungkin untuk secara proaktif mengidentifikasi tekanan yang dapat memperburuk reaksi dan gejala ADHD dan mengembangkan strategi penanggulangan yang positif untuk melewati masa-masa sulit ini.

Bantu putri Anda untuk mengelola stres dan kelelahan dengan mengambil waktu jauh dari sekolah dan tekanan sosial untuk sekadar bersantai dan memulihkan diri. Pastikan putri Anda cukup tidur, makan dengan baik, dan tidak kewalahan oleh tekanan akademis atau sosial.

Bersikaplah suportif. Putri Anda mungkin murung atau mudah tersinggung, tetapi perasaan ini akan berlalu. Sementara itu, dukungan dan dorongan Anda dapat membantunya mengembangkan strategi untuk mengelola emosinya. Kedewasaan juga akan membuat perbedaan positif.

Sumber:

Kathleen G. Nadeau, PhD, Ellen B. Littman, PhD, Patricia O. Quinn, MD. Memahami Girls dengan AD / HD. Buku Keuntungan. Washington DC. 2006.