Beberapa anak dengan ADHD sering mengalami ledakan kemarahan yang dapat membuat mereka kesulitan di sekolah, membuat sulit untuk mempertahankan persahabatan dan juga membebani kehidupan keluarga. Kemarahan mereka mungkin berlalu dengan cepat, tetapi kerusakan yang ditimbulkannya bisa bertahan lama.
7 Alasan Mengapa Memiliki ADHD Dapat Mengakibatkan Permasalahan Kemarahan
- Sifat impulsif dari ADHD berarti bahwa jika anak Anda merasa marah, ia langsung mengomunikasikannya. Dia tidak memiliki beberapa detik lead time yang anak tanpa ADHD, dan mereka belum mengembangkan strategi yang dewasa dengan ADHD berkembang.
- Anak-anak dan orang dewasa dengan ADHD cenderung emosional, sensitif, dan merasakan hal-hal yang sangat dalam. Mereka juga kesulitan mengatur perasaan itu. Ini dapat menyebabkan mereka menangis dengan mudah (yang bisa sangat memalukan bagi mereka) atau merasa sangat marah.
- Suasana hati berubah sangat cepat sepanjang hari ketika Anda memiliki ADHD. Akan ada banyak episode kebahagiaan, kesedihan, dan frustrasi di suatu sore.
- Toleransi rendah terhadap frustrasi dapat berarti bahwa anak Anda merasa frustrasi dengan cepat, dan ini dapat menyebabkan ledakan kemarahan.
- Harga diri yang rendah dan merasa cemas tentang situasi yang tidak dapat mereka kendalikan juga dapat menyebabkan anak Anda merasa marah.
- Kadang-kadang anak-anak mengalami masa-masa sulit ketika obat stimulan mereka memudar, yang mengakibatkan peningkatan kebocoran dan amukan.
- Energi dan kegelisahan yang datang bersama ADHD mungkin terlalu banyak untuk ditangani di kali sampai akhirnya gelembung menjadi kata-kata marah atau reaksi fisik.
Gangguan Menentang Opposisional
Sekitar sepertiga dari semua anak-anak dengan ADHD juga memiliki kondisi yang disebut Oppositional Defiant Disorder (ODD). Anak-anak dengan penampilan ODD menantang, perilaku bermusuhan terhadap figur otoritas.
Mereka sering kehilangan kesabaran, sering berdebat dengan orang dewasa, secara aktif menentang aturan, menyalahkan orang lain, sengaja mengganggu orang lain, sensitif, mudah terganggu, dan berperilaku dengan cara yang marah dan menyebalkan secara keseluruhan.
Jelas, beberapa perilaku oposisi diharapkan pada anak-anak, dan ODD hanya didiagnosis jika pola perilaku secara signifikan lebih intens dan sering ketika dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia yang sama. Jika Anda berpikir anak Anda mungkin menderita ODD, buat janji dengan dokter anak Anda.
Berikut beberapa saran untuk membantu anak Anda mengelola rasa frustrasi dan kemarahan mereka.
Olahraga harian
Jika kemarahan merupakan masalah bagi anak Anda, pastikan untuk menyediakan outlet yang tepat. Permainan luar ruang yang berat dan latihan dapat menjadi pelepasan yang sangat kuat untuk anak-anak dengan ADHD. Berlari, melompat, melompat, memanjat - aktivitas fisik dasar ini akan membantu melepaskan beberapa ketegangan, kegelisahan, dan energi ekstra yang sering menyertai ADHD. Pastikan anak Anda terlibat dalam jenis permainan ini setiap hari.
Seni Bela Diri
Pertimbangkan untuk mendaftarkan anak Anda di kelas seni bela diri . Seni bela diri adalah pilihan latihan yang sangat baik untuk anak ADHD. Ini membantu mengembangkan disiplin diri dan pengendalian diri, yang pada gilirannya membantu dengan impulsivitas. Ini juga meningkatkan harga diri dan merupakan cara terbaik untuk melepaskan energi.
Gunakan Kata
Dorong anak Anda untuk 'menggunakan kata-kata mereka' daripada marah. Untuk mulai dengan, mungkin sulit bagi mereka karena itu adalah keterampilan baru.
Namun, dengan latihan dan sedikit bantuan dari Anda, itu akan menjadi lebih mudah. Mampu mengartikulasikan bagaimana perasaan mereka mengurangi kebutuhan mereka untuk mengekspresikan diri melalui kemarahan. Misalnya, 'Jimmy mengambil mobil merah saya dan saya merasa marah.'
Batasi Permainan Televisi dan Video
Awasi program-program yang ditonton anak Anda di televisi atau di komputer. Sebagian besar media di TV, film, gim video, dll. Adalah kekerasan, agresif, dan tidak pantas. Anak-anak dengan masalah kontrol impuls mungkin lebih mudah dipengaruhi oleh reaksi agresif yang mereka lihat. Tetapkan aturan seputar program-program ini, dan jelaskan kepada anak Anda mengapa tidak pantas untuk menonton acara-acara ini (atau mainkan permainan video ini).
Tetapkan Aturan Yang Jelas dan Tegakkan Mereka Secara Konsisten
Pastikan Anda memiliki aturan rumah yang jelas di sekitar perilaku. Ketika anak Anda sudah siap dan dapat berbicara, duduklah dan buatlah aturan bersama. Diskusikan harapan dan konsekuensi untuk perilaku, termasuk sistem penghargaan. Kemudian setelah mereka berada di tempatnya, tetaplah pada mereka. Jangan mengubah aturan atau membuat konsekuensi di tengah ledakan. Sebenarnya faktanya. Jika ini terjadi maka ini adalah konsekuensinya. Batas yang kuat sangat membantu Anda berdua.