Perkembangan Fisik Balita: Apa yang Harus Anda Ketahui

Perkembangan fisik pada anak usia dini meliputi pertumbuhan fisik dan perkembangan keterampilan motorik. Kedua orang tua dan dokter anak mengawasi perkembangan fisik untuk memastikan bahwa anak-anak memenuhi pencapaian perkembangan fisik tertentu saat mereka berkembang selama lima tahun pertama kehidupan.

Peningkatan Keterampilan Motorik

Perkembangan fisik selama tahun-tahun balita mencakup beberapa kemajuan besar dalam keterampilan motorik kasar dan keterampilan motorik halus.

Berjalan, tentu saja, adalah salah satu tonggak fisik paling signifikan, yang sebagian besar anak-anak mencapai waktu antara usia 12 dan 15 bulan. Segera, balita mulai menunjukkan sejumlah kemampuan yang lebih maju termasuk berjalan mundur, melempar bola, melompat di tempat, dan mengendarai sepeda roda tiga. Balita juga menjadi lebih mahir dalam aktivitas yang membutuhkan gerakan motorik halus seperti mencoret-coret, menumpuk balok, menggunakan sendok, dan minum dari cangkir.

Kebutuhan akan kemerdekaan juga tumbuh selama tahun-tahun balita, sehingga anak-anak usia ini menjadi semakin bertekad untuk melakukan hal-hal sendiri. Masalahnya, jelas, adalah bahwa sementara mereka mungkin memiliki keinginan untuk melakukan hal-hal secara mandiri, mereka sangat sering tidak memiliki keterampilan untuk melakukannya. Karena anak-anak sering kekurangan kemampuan atau pengetahuan untuk melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan, mereka sering menjadi sangat frustrasi ketika mereka menemukan diri mereka tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas seperti mengancingkan baju.

Temper tantrum sangat umum pada usia ini, dan orang tua balita biasanya menjadi terbiasa mendengar "Tidak" digunakan berkali-kali setiap hari. Orangtua harus membantu mengembangkan kemandirian dan keterampilan motorik dengan memberi tugas kepada anak-anak yang mampu mereka lakukan secara mandiri atau dengan bantuan orang dewasa.

Makan sendiri

Balita juga menjadi lebih terampil dalam memberi makan diri mereka sendiri, dan banyak anak mungkin bersikeras makan tanpa bantuan orang dewasa. Pemberian makanan sendiri penting karena banyak alasan. Tidak hanya membantu anak berlatih menggunakan tangan dan jari-jari mereka, itu juga membantu menumbuhkan kemandirian. Proses swa-makan biasanya dimulai dengan pengenalan makanan kecil atau makanan kecil yang bisa diambil sendiri. Ini bisa menjadi berantakan, tetapi begitu seorang anak mulai mengambil dan memberi makan dirinya makanan kecil, mungkin sudah waktunya untuk mulai memperkenalkan peralatan untuk prosesnya.

Penting untuk diingat bahwa setiap anak berbeda dan bahwa anak-anak mencapai tonggak perkembangan pada waktu yang berbeda. Sementara satu anak mungkin siap untuk mulai belajar makan dengan sendok sekitar usia satu tahun, anak lain mungkin memerlukan beberapa bulan lagi untuk siap mengambil langkah ini. Jika seorang anak telah mencapai titik di mana dia menolak membiarkan orang dewasa memberinya makan dan mencoba mengambil sendok dari tangan orang dewasa, dia mungkin siap untuk mulai berlatih menggunakan peralatan sendiri. Sementara waktu makan bisa lebih lama dan tentu akan jauh lebih berantakan, ini merupakan langkah penting dalam pengembangan.