10 Fakta Tentang Gangguan Obsesif-Kompulsif

OCD adalah kondisi kronis yang dapat mempengaruhi kehidupan Anda secara signifikan

Obsesive-compulsive disorder (OCD) adalah gangguan yang ditandai oleh pikiran obsesif dan kompulsif yang luar biasa. Pikiran obsesif dan perilaku repetitif ini dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan Anda tetapi dapat dibantu melalui sejumlah intervensi medis.

Baik Anda tinggal dengan OCD atau mendukung seseorang dengan kondisi ini, berikut 10 fakta tentang OCD yang harus Anda ketahui:

1. OCD Dapat Menyebabkan Kecemasan Signifikan

Jika Anda menderita OCD, Anda mungkin mengalami kecemasan berat sebagai akibat dari pikiran obsesif . Seringkali, ritual atau kompulsi digunakan mengurangi kecemasan yang disebabkan oleh obsesi. Perilaku ini termasuk:

OCD ditandai dengan obsesi dan kompulsi, tetapi cara-cara gejala OCD bervariasi dari orang ke orang. Jika Anda menderita OCD, Anda mungkin mengalami gangguan tic dan mengalami gerakan motorik berulang seperti tics berkedip atau wajah. Ada beberapa subtipe OCD , termasuk obsesi dengan kebersihan, obsesi dengan simetri dan ketertiban, dan penimbunan.

2. Banyak Orang Dengan OCD Memiliki Wawasan Ke Gejala Mereka

Jika Anda memiliki OCD, Anda mungkin mengenali irasionalitas atau kelebihan obsesi atau kompulsi Anda.

Ini bisa menjadi salah satu aspek gangguan yang paling membuat frustrasi.

3. OCD Mempengaruhi Sekitar 2,5 Persen Orang Selama Seumur Hidup Mereka

Tidak ada perbedaan dalam tingkat OCD di antara pria dan wanita. Orang-orang dari semua budaya dan etnis dipengaruhi, tetapi ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan mengembangkan gangguan ini, termasuk:

4. Gejala OCD Biasanya Mulai pada Masa Remaja dan Awal Masa Dewasa

Namun, anak-anak berumur 4 tahun dapat terpengaruh. Meskipun jarang, OCD juga dapat dimulai pada masa dewasa akhir. Biasanya, kebanyakan orang didiagnosis pada usia 19.

5. Satu Gen OCD Tunggal Belum Diidentifikasi

Mengembangkan OCD adalah hasil dari interaksi yang kompleks antara pengalaman hidup dan faktor risiko genetik. Sementara tidak ada gen tunggal yang teridentifikasi, para peneliti tahu ada hubungan genetik dari studi kembar, yang menunjukkan ketika satu kembar memiliki OCD yang lain lebih mungkin untuk mengembangkan kondisi.

6. OCD Tidak Bisa Didiagnosis Menggunakan Tes Darah atau X-Ray

Jika Anda berpikir Anda menderita OCD, Anda harus menemui ahli kesehatan mental yang terlatih, seperti psikiater atau psikolog, untuk mendapatkan diagnosis. Gejala OCD menyerupai penyakit lain, jadi penting untuk mencari bantuan profesional.

7. Perawatan yang Efektif Tersedia

Ini termasuk obat-obatan seperti Prozac (fluoxetine), Zoloft (sertraline), Paxil (paroxetine) dan Anafranil (clomipramine), yang mempengaruhi tingkat serotonin, serta psikoterapi termasuk terapi kognitif-perilaku (CBT). Obat dan psikoterapi sama efektifnya.

Para peneliti juga mencari terapi lain seperti stimulasi otak dalam (DBS) bagi mereka dengan OCD yang resistan terhadap pengobatan.

8. Stres Dapat Membawa Tentang atau Membuat Gejala OCD Lebih Buruk

Menjaga tingkat stres Anda dalam pemeriksaan akan sangat membantu mengurangi keparahan dan frekuensi gejala Anda.

9. OCD Adalah Penyakit Mental Kronis

Fokus Anda harus pada manajemen sehari-hari gejala Anda, daripada menyembuhkan diri sendiri dari kondisi tersebut.

10. Adalah Mungkin untuk Menjalani Hidup Penuh dan Produktif Dengan OCD

Dengan mekanisme penanganan dan perawatan yang baik, Anda dapat hidup bahagia dan produktif.

Sumber-sumber