Apa Adaptasi Sensorik?

Mengapa Kami Mengalami Ini dan Contoh

Bayangkan Anda baru saja masuk ke restoran Italia favorit Anda. Ketika Anda pertama kali berjalan melewati pintu, bau bawang putih dan tomat yang lezat hampir tak tertahankan. Anda duduk untuk menunggu meja, dan setelah beberapa menit, aroma mulai menghilang sampai Anda nyaris tidak memperhatikan mereka. Ini adalah contoh dari apa yang dikenal sebagai adaptasi sensorik.

Mengapa Kita Mengalami Adaptasi Sensorik?

Adaptasi sensorik mengacu pada pengurangan kepekaan terhadap stimulus setelah paparan konstan untuk itu. Sementara adaptasi sensorik mengurangi kesadaran kita tentang stimulus konstan, itu membantu membebaskan perhatian dan sumber daya untuk memperhatikan rangsangan lain di lingkungan sekitar kita. Kelima indra kita secara konstan menyesuaikan dengan apa yang ada di sekitar kita, juga kepada kita secara individu dan apa yang kita alami, seperti penuaan atau penyakit.

Bayangkan bagaimana rasanya jika Anda tidak mengalami adaptasi sensorik. Anda mungkin menemukan diri Anda kewalahan oleh bau bawang yang menyengat yang berasal dari dapur atau gedebuk televisi dari ruang tamu. Karena paparan konstan terhadap stimulus indera mengurangi sensitivitas kita terhadapnya, kita dapat mengalihkan perhatian kita ke hal-hal lain di lingkungan kita daripada berfokus pada satu stimulus yang luar biasa.

Contoh

Berikut beberapa contoh adaptasi sensorik:

Sumber:

Coon, D. & Mitterer, JO (2010). Pengantar psikologi: Gateways ke pikiran dan perilaku dengan peta konsep. Belmont, CA: Wadsworth.

Nevid, JS (2012). Esensi psikologi: Konsep dan aplikasi. Belmont, CA: Wadsworth.

Webster, MA (2012). Berkembang konsep adaptasi sensorik. Laporan Biologi F1000 , 4 , 21.

"Sensasi dan Persepsi: Adaptasi Sensorik." Indiana University— Universitas Purdue Fort Wayne.