Korelasi adalah pengukuran statistik hubungan antara dua variabel . Korelasi yang memungkinkan berkisar dari +1 hingga –1. Korelasi nol menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara variabel. Korelasi –1 menunjukkan korelasi negatif yang sempurna, artinya ketika satu variabel naik, yang lain turun. Korelasi +1 menunjukkan korelasi positif yang sempurna, yang berarti bahwa kedua variabel bergerak dalam arah yang sama bersama.
Pertanyaan Tentang Korelasi
Salah satu pembaca menulis: "Saya baru saja selesai mengambil metode penelitian kuis, dan saya pikir jawaban untuk dua pertanyaan mungkin salah. Pada satu pertanyaan, saya berpikir bahwa hubungan terlemah ditunjukkan oleh -0,74 (c), dan tidak +0,10 (a) seperti yang diberikan dalam jawaban kuis. Untuk pertanyaan lain, saya berpikir bahwa hubungan terkuat ditunjukkan oleh +0,79 (b), dan bukan -0,98 (d) seperti yang diberikan dalam jawaban kuis. Atau mungkin Saya benar-benar kehilangan satu poin. "
Ketika menyangkut korelasi, berhati-hatilah untuk tidak menyamakan positif dengan yang kuat dan negatif dengan yang lemah. Hubungan antara dua variabel bisa negatif, tetapi itu tidak berarti bahwa hubungan itu tidak kuat.
Ingat, kekuatan korelasi diukur dari -1,00 hingga +1,00. Koefisien korelasi, sering dinyatakan sebagai r , menunjukkan ukuran arah dan kekuatan hubungan antara dua variabel.
Ketika nilai r lebih dekat ke +1 atau -1, itu menunjukkan bahwa ada hubungan linear yang lebih kuat antara dua variabel. Korelasi -0,97 adalah korelasi negatif yang kuat sementara korelasi 0,10 akan menjadi korelasi positif yang lemah. Ketika Anda berpikir tentang korelasi, ingatlah aturan praktis ini: Semakin dekat hubungannya dengan 0, semakin lemah itu, sementara semakin dekat ke +/- 1, semakin kuat itu.
Jadi, untuk pertanyaan pertama, +0,10 memang korelasi yang lebih lemah dari -0,74, dan untuk pertanyaan berikutnya, -0,98 adalah korelasi yang lebih kuat dari + 0,79.
Tentu saja (dan Anda mungkin pernah mendengar ini jutaan kali dalam semua kelas psikologi Anda), korelasi tidak sama dengan sebab-akibat.
Hanya karena dua variabel memiliki hubungan tidak berarti bahwa perubahan dalam satu variabel menyebabkan perubahan yang lain.
Apa itu Korelasi Nol?
Korelasi nol menunjukkan bahwa statistik korelasi tidak menunjukkan hubungan antara dua variabel. Penting untuk dicatat bahwa ini tidak berarti bahwa tidak ada hubungan sama sekali; itu hanya berarti bahwa tidak ada hubungan linear. Korelasi nol sering ditunjukkan dengan menggunakan singkatan r = 0.
Apa itu Korelasi Ilusi?
Korelasi ilusi adalah persepsi hubungan antara dua variabel ketika hanya hubungan minor atau sama sekali tidak ada benar-benar ada. Sebagai contoh, orang kadang-kadang berasumsi bahwa karena dua peristiwa terjadi bersama pada satu titik di masa lalu, peristiwa yang satu itu harus menjadi penyebab yang lain. Korelasi ilusi ini dapat terjadi baik dalam penyelidikan ilmiah dan dalam situasi dunia nyata.
Stereotip adalah contoh bagus dari korelasi ilusi.
Penelitian telah menunjukkan bahwa orang cenderung menganggap bahwa kelompok-kelompok dan sifat-sifat tertentu terjadi bersama dan sering melebih-lebihkan kekuatan hubungan antara dua variabel. Sebagai contoh, anggaplah bahwa seseorang memiliki keyakinan yang salah bahwa semua orang dari kota kecil sangat baik. Ketika individu bertemu dengan orang yang sangat baik, asumsi langsungnya mungkin adalah orang tersebut berasal dari kota kecil, terlepas dari fakta bahwa kebaikan tidak berhubungan dengan populasi kota.
Bacaan lebih lanjut: Studi Psikologi Korelasional
Lebih Banyak Definisi Psikologi: Kamus Psikologi