Bagaimana cinta kasih berbeda dengan cinta yang penuh gairah
Psikolog Elaine Hatfield telah menggambarkan dua jenis cinta romantis yang berbeda: welas asih dan penuh gairah. Kasih yang welas asih melibatkan perasaan saling menghormati, kepercayaan, dan kasih sayang sementara cinta yang bergairah melibatkan perasaan intens dan ketertarikan seksual.
Apa itu Cinta yang Bergairah?
Hatfield mendefinisikan cinta yang penuh gairah sebagai:
"Suatu keadaan kerinduan yang kuat untuk bersatu dengan yang lain. Cinta yang penuh gairah adalah suatu kesatuan fungsional yang kompleks termasuk penilaian atau penghargaan, perasaan subjektif, ekspresi, proses fisiologis berpola, kecenderungan tindakan, dan perilaku instrumental. Cinta yang diwujudkan kembali (persatuan dengan yang lain) berhubungan dengan pemenuhan dan ekstasi. Cinta tak berbalas (perpisahan) dengan kekosongan, kecemasan, atau keputusasaan. "
Apa Cinta yang Welas Asih?
Kasih sayang, juga disebut cinta kasih, adalah tentang keintiman, kepercayaan, komitmen, dan kasih sayang. Dalam hubungan jangka panjang, cinta yang bergairah biasanya membara ke cinta kasih dalam satu hingga dua tahun.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cinta yang Penuh Kasih dan Welas Asih
Menurut Hatfield, beberapa faktor yang terkait dengan cinta yang bergairah meliputi:
- Waktu: Menjadi "siap" untuk jatuh cinta dengan orang lain sangat penting.
- Gaya keterikatan awal: Individu yang terikat dengan aman cenderung membentuk cinta yang lebih dalam, lebih tahan lama sementara mereka yang cemas dilekatkan cenderung jatuh cinta dan masuk dengan cepat.
- Kesamaan: Hatfield dan Rapson mencatat bahwa kita cenderung jatuh cinta dengan orang-orang yang relatif tampan, tampan, penyayang, dan mirip dengan diri kita sendiri.
Sementara cinta yang bergairah sangat intens, umumnya sangat cepat berlalu. Para peneliti telah melihat bagaimana hubungan berkembang di antara pasangan baru, pengantin baru, dan mereka yang menikah untuk waktu yang lebih lama dan menemukan bahwa sementara cinta yang bergairah lebih intens pada awal hubungan, ia cenderung memberi jalan kepada cinta kasih yang terfokus pada keintiman dan komitmen. .
Cinta yang bergairah mungkin cepat memudar, tetapi cinta kasih sayang bertahan.
Skala Cinta Bergairah
Hatfield dan Sprecher mengembangkan Skala Cinta Passionate yang telah digunakan di seluruh dunia dengan orang-orang dari segala usia. Ini menanyakan pertanyaan berdasarkan komponen kognitif (apa dan seberapa sering Anda berpikir tentang pasangan Anda), komponen perilaku (seberapa besar komitmen Anda dan apa yang Anda lakukan untuk orang lain), dan komponen emosional (bagaimana perasaan Anda tentang pasangan Anda).
Pemikiran Akhir tentang Cinta yang Bergairah dan Welas Asih
Sementara penelitian tentang cinta telah berkembang selama 20 tahun terakhir, penelitian awal Hatfield pada topik ini bukan tanpa kritik. Selama tahun 1970-an, Senator AS William Proxmire mencerca para peneliti yang mempelajari cinta dan mengolok-olok pekerjaan sebagai pemborosan dolar pembayar pajak. Karya penting lain Hatfield dan peneliti lain yang dibela, mencatat bahwa jika psikolog dapat memahami pola cinta manusia, maka mungkin mereka juga dapat memahami perceraian dan hubungan yang gagal.
Meskipun ada perdebatan, pekerjaan yang diciptakan oleh Hatfield dan rekan-rekannya memberikan kontribusi luar biasa untuk pemahaman kita tentang cinta dan mengilhami penelitian lebih lanjut tentang ketertarikan, keterikatan, dan hubungan interpersonal.
Sumber:
> Hatfield, E., Bensman, L, Rapson, RL. (2012). Sejarah Singkat Upaya Para Ilmuwan Sosial untuk Mengukur Cinta Kasih. Jurnal Hubungan Sosial dan Pribadi. 2012; 29 (2): 143-164. doi: 10.1177 / 0265407511431055.
Hatfield, E, Rapson, RL. Cinta dan Keintiman. Ensiklopedia Kesehatan Mental, 2. New York: Academic Press; 1994.
> Hatfield, E, Rapson, RL. Cinta, Seks, dan Keintiman: Psikologi, Biologi, dan Sejarah mereka. New York: HarperCollins; 1993.
> Hatfield E., Sprecher, S. Mengukur Cinta Bergairah dalam Hubungan Intim . Journal of Adolescence. 1986, 9: 383-410.