Teknik Bermanfaat untuk Guru dan Orang Tua
Attention deficit / hyperactivity disorder (biasa disebut sebagai ADHD) adalah kondisi yang berkembang di masa kanak-kanak dan ditandai oleh masalah dengan perhatian, kontrol impuls, dan hiperaktif. Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), ADHD adalah masalah bagi sekitar sembilan persen anak-anak Amerika dari usia tiga belas hingga delapan belas, dengan anak laki-laki menjadi empat kali lebih berisiko daripada anak perempuan.
Jika Anda seorang guru seorang anak dengan ADHD, daftar delapan belas strategi sederhana ini untuk membantu siswa belajar adalah untuk Anda.
Strategi untuk Kelas
1. Peraturan kelas harus jelas dan ringkas dan ditinjau secara berkala dengan siswa. Akan sangat membantu jika anak mengulang kembali aturan, harapan atau instruksi lain untuk memastikannya dimengerti. Aturan-aturan ini harus dipajang secara jelas di ruang kelas.
2. Karena siswa dengan ADHD rentan terhadap gangguan, tempatkan siswa dekat dengan guru. Pastikan dia duduk jauh dari gangguan mudah, seperti pintu, jendela, area cubby atau penajam pensil.
3. Beri siswa umpan balik dan konsekuensi yang sering dan segera tentang perilaku.
4. Tangkap siswa menjadi baik dan beri dia pujian langsung. Abaikan perilaku negatif yang minimal dan tidak mengganggu.
5. Gunakan penghargaan dan insentif sebelum hukuman untuk memotivasi siswa dan untuk membantu menjaga sekolah merasa seperti tempat yang positif.
Ubahlah penghargaan secara rutin untuk membantu mencegah siswa menjadi bosan.
6. Biarkan siswa sering istirahat fisik untuk bergerak (untuk membagikan atau mengumpulkan bahan, menjalankan tugas ke kantor atau area lain di gedung sekolah, menghapus papan, minum air di air mancur, dll.)
7. Biarkan beberapa kegelisahan di area kerja. Ijinkan siswa berdiri di mejanya jika itu membantunya untuk tetap mengerjakan tugas.
8. Rekam kartu indeks ke meja siswa dengan aturan kelas tertulis. Bantu dia melacak jadwal dengan memeriksanya di berbagai waktu di siang hari dan mempersiapkannya untuk setiap transisi.
9. Batasi gangguan, kebisingan yang berlebihan, rangsangan visual yang mengganggu, kekacauan, dll. (Untuk beberapa anak dengan ADHD yang mendengarkan “white noise” atau musik latar yang lembut dapat membantu konsentrasi dan fokus).
10. Kurangi beban kerja total siswa. Pecahkan pekerjaan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
11. Berikan arahan satu atau dua langkah yang ringkas . Hindari "overload" dengan terlalu banyak info.
12. Letakkan tangan di bahu siswa, tangan atau lengan saat berbicara dengannya untuk membantunya tetap fokus pada apa yang dikatakan.
13. Izinkan siswa untuk memegang bola koosh kecil atau dempul konyol atau sesuatu yang bisa dimanipulasi olehnya. Stimulasi kecil ini sering membantu membuat anak ADHD tetap fokus.
14. Jika sekolah mengizinkannya, beberapa siswa mendapat manfaat dari mengunyah permen karet untuk melepaskan energi dan menjaga konsentrasi.
15. Jadwalkan subjek yang paling sulit di pagi hari ketika siswa (dan seluruh kelas) lebih segar dan kurang lelah.
16. Jangan gunakan waktu istirahat sebagai konsekuensi untuk perilaku negatif. (Anak-anak ADHD mendapat manfaat dari gerakan fisik yang terjadi selama istirahat dan biasanya dapat fokus lebih baik setelah latihan ini).
17. Gunakan pengatur waktu, sinyal waktu yang direkam, atau isyarat verbal untuk menunjukkan berapa banyak waktu yang tersisa bagi siswa untuk suatu kegiatan.
18. Pasangkan siswa dengan “teman belajar” - rekan kelas yang baik dan matang yang dapat membantu memberikan pengingat atau memfokuskan kembali anak ketika dia keluar jalur.
Strategi yang berhasil untuk mendidik siswa secara efektif dengan ADHD termasuk triad yang mencakup instruksi akademik, intervensi perilaku, dan akomodasi kelas.
Ketika strategi ini diterapkan secara lebih teratur di kelas, mereka akan bermanfaat tidak hanya bagi siswa dengan ADHD tetapi juga seluruh lingkungan belajar.
Sumber-sumber
Institut Kesehatan Mental Nasional - Attention Deficit Hyperactivity Disorder
Robelia, B. (1997). Kiat untuk bekerja dengan siswa ADHD dari segala usia. Jurnal Pendidikan Eksperimental , 20 (1), 51–53.
Departemen Pendidikan Amerika Serikat (2008). Mengajar Anak-anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder: Strategi dan Praktik Instruksional.
Diedit oleh Jenev Caddell, PsyD