1 - Gaya Belajar Jungian
Pernahkah Anda merasa seperti Anda belajar paling baik dengan cara tertentu? Gaya belajar ini berdampak pada seberapa baik kita belajar dalam kondisi tertentu. Beberapa siswa belajar paling baik dengan mendengar informasi sementara yang lain belajar paling baik dengan melihatnya. Beberapa teori yang berbeda telah muncul untuk menggambarkan bagaimana siswa lebih suka belajar yang terbaik.
Satu teori gaya belajar didasarkan pada karya analitik psikolog Carl Jung , yang mengembangkan teori jenis psikologis yang dirancang untuk mengkategorikan orang dalam hal berbagai pola kepribadian. Teori Jung berfokus pada empat fungsi psikologis dasar:
- Extraversion vs. Introversion
- Sensasi vs Intuisi
- Berpikir vs Merasa
- Menilai vs Perceiving
Teori ini kemudian mengarah pada pengembangan Indikator Tipe Myers-Briggs yang sekarang terkenal.
Selain mempengaruhi penilaian kepribadian, dimensi Jung juga dapat digunakan untuk menilai dan mendeskripsikan berbagai gaya belajar. Sementara setiap dimensi mewakili aspek unik dari gaya belajar, penting untuk diingat bahwa gaya belajar individu Anda mungkin termasuk kombinasi dimensi-dimensi ini. Misalnya, gaya belajar Anda mungkin termasuk unsur-unsur gaya belajar ekstrover, penginderaan, perasaan, dan pemahaman.
Lanjutkan membaca untuk mempelajari lebih lanjut tentang setiap dimensi untuk menentukan kombinasi mana yang paling menggambarkan gaya unik Anda.
2 - Gaya Pembelajaran Ekstra Balik
Komponen pertama dari dimensi gaya belajar Jungian menunjukkan bagaimana peserta berinteraksi dengan dunia luar. Pelajar yang digantikan belajar untuk menghasilkan energi dan ide dari orang lain. Mereka lebih suka bersosialisasi dan bekerja dalam kelompok. Kegiatan pembelajaran yang bermanfaat bagi pembelajar ekstraverted termasuk mengajarkan orang lain bagaimana memecahkan masalah, kerja kolaboratif / kelompok, dan pembelajaran berbasis masalah. Jika Anda senang mengajari orang lain, berpartisipasi dalam kelompok dan belajar berdasarkan pengalaman, Anda mungkin adalah pelajar yang ekstra-fokus.
Jumlah Pelajar yang Diperbaharui
Sekitar 60% dari peserta didik adalah pelajar ekstravert.
Karakteristik Pelajar Extravert
- Belajar terbaik melalui pengalaman langsung
- Suka bekerja dengan orang lain dalam kelompok
- Sering mengumpulkan ide dari sumber luar
- Bersedia memimpin, berpartisipasi dan menawarkan pendapat
- Melompat ke kanan tanpa bimbingan dari orang lain
3 - Gaya Pembelajaran Introvert
Sementara pelajar introvert masih bisa bersosialisasi, mereka lebih suka menyelesaikan masalah sendiri. Pelajar introvert senang menghasilkan energi dan ide dari sumber internal, seperti brainstorming, refleksi pribadi, dan eksplorasi teoretis. Para pembelajar ini lebih suka memikirkan hal-hal sebelum mencoba untuk mencoba keterampilan baru. Jika Anda menikmati belajar sendirian, pekerjaan individu, dan ide-ide abstrak, Anda mungkin seorang pembelajar yang introvert.
Jumlah Pembelajar Introvert
Sekitar 40% dari pembelajar adalah pelajar introvert.
Karakteristik Pembelajar Introvert
- Lebih suka bekerja sendiri
- Nikmati pekerjaan yang tenang dan soliter
- Sering menghasilkan ide dari sumber internal
- Lebih suka mendengarkan, menonton, dan berefleksi
- Suka mengamati orang lain sebelum mencoba keterampilan baru
4 - Sensing Learning Style
Merasakan pembelajar terfokus pada aspek lingkungan fisik. Jung menggambarkan orang-orang ini tertarik pada dunia luar. Mereka cenderung realistis dan praktis, lebih suka bergantung pada informasi yang diperoleh melalui pengalaman. Sementara orang-orang dengan gaya belajar penginderaan menikmati ketertiban dan rutinitas, mereka juga cenderung sangat cepat beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan situasi.
Jumlah Pelajar Sensing
Sekitar 65% dari peserta didik memiliki gaya belajar penginderaan.
Karakteristik Pelajar Sensate
- Berfokus pada saat ini
- Praktis dan masuk akal
- Memanfaatkan pengalaman dan akal sehat untuk memecahkan masalah
- Dengan tajam mengamati dunia sekitarnya
5 - Gaya Pembelajaran Intuitif
Pembelajar intuitif cenderung lebih fokus pada dunia kemungkinan. Tidak seperti merasakan peserta didik yang tertarik di sini dan saat ini, pembelajar intuitif menikmati mempertimbangkan ide, kemungkinan, dan hasil potensial. Para pembelajar ini menyukai pemikiran abstrak, melamun dan membayangkan masa depan.
Jumlah Pembelajar Intuitif
Sekitar 35% dari peserta didik adalah pembelajar intuitif.
Karakteristik Pembelajar Intuitif
- Lebih suka bekerja dalam sesi pendek, daripada menyelesaikan tugas sekaligus
- Menikmati tantangan, pengalaman, dan situasi baru
- Lebih mungkin untuk melihat gambaran besar daripada detailnya
- Seperti teori dan ide abstrak
6 - Gaya Belajar Berpikir
Individu dengan gaya belajar berpikir cenderung lebih fokus pada struktur dan fungsi informasi dan objek. Berpikir peserta didik memanfaatkan rasionalitas dan logika ketika berhadapan dengan masalah dan keputusan. Para pembelajar ini sering mendasarkan keputusan pada ide-ide pribadi tentang benar, salah, adil, dan adil.
Jumlah Peserta Didik Berpikir
Sekitar 55% pria dan 35% wanita memiliki gaya belajar berpikir.
Karakteristik Pemikir Berpikir
- Tertarik pada logika dan pola
- Tidak suka mendasarkan keputusan pada emosi
- Mendasari keputusan atas alasan dan logika
7 - Merasa Gaya Belajar
Orang-orang dengan gaya perasaan mengelola informasi berdasarkan emosi dan perasaan awal yang dihasilkannya. Individu dengan gaya belajar ini tertarik pada hubungan pribadi, perasaan, dan harmoni sosial. Jika Anda mendasarkan keputusan pada emosi dan tidak menyukai konflik, Anda mungkin memiliki gaya belajar perasaan.
Jumlah Siswa yang Merasa
Sekitar 45% laki-laki 65% perempuan merasa pelajar.
Karakteristik Pembelajar Merasa
- Tertarik pada orang dan perasaan mereka
- Selaras dengan emosi mereka sendiri dan orang lain
- Keputusan dasar tentang perasaan langsung
- Menghasilkan kegembiraan dan antusiasme dalam pengaturan grup
8 - Menilai Gaya Belajar
Menilai siswa cenderung sangat menentukan. Dalam beberapa kasus, para pembelajar ini mungkin benar-benar membuat keputusan terlalu cepat sebelum mempelajari semua yang perlu mereka ketahui tentang suatu situasi. Para pembelajar ini lebih menyukai pesanan dan struktur, itulah sebabnya mereka cenderung merencanakan kegiatan dan menjadwalkan dengan sangat hati-hati. Jika Anda sangat terorganisir, berorientasi pada detail, dan memiliki pendapat yang kuat, Anda mungkin menjadi pelajar yang menilai.
Jumlah Siswa yang Menilai
Sekitar 45% orang menilai pelajar.
Karakteristik Menilai Pelajar
- Jangan suka ambiguitas atau misteri
- Cenderung bersikap tegas dalam keputusan mereka
- Sangat terorganisasi dan terstruktur
- Pendapat kuat
- Umumnya mengikuti aturan
9 - Gaya Belajar Perceiving
Mempersepsikan peserta didik cenderung membuat keputusan secara impulsif sebagai tanggapan terhadap informasi baru dan situasi yang berubah. Namun, para pembelajar ini cenderung lebih fokus pada memanjakan rasa ingin tahu mereka daripada membuat keputusan. Tidak seperti menilai peserta didik yang cenderung tidak mengubah pikiran mereka, memahami pembelajar lebih suka membiarkan pilihan mereka terbuka. Jika Anda cenderung untuk memulai banyak proyek sekaligus (sering kali tanpa menyelesaikannya), hindari jadwal yang ketat, dan terjun ke dalam proyek-proyek terlebih dahulu tanpa perencanaan, Anda mungkin seorang pelajar yang paham.
Jumlah Siswa yang Perceiving
Sekitar 55% orang merasakan pelajar.
Karakteristik Pembelajar Perceiving
- Seringkali membuat keputusan impulsif
- Ubah keputusan berdasarkan informasi baru
- Tidak suka struktur dan organisasi
- Cenderung sangat fleksibel dan mudah beradaptasi
- Kadang-kadang kesulitan membuat keputusan
Pikiran Akhir
Gaya belajar berdasarkan teori kepribadian Jung hanya mewakili satu cara berpikir tentang bagaimana orang belajar. Sementara konsep gaya belajar masih sangat populer saat ini, penelitian telah menemukan sedikit bukti untuk mendukung gagasan bahwa menawarkan instruksi berdasarkan preferensi pembelajaran mengarah pada hasil pembelajaran yang lebih baik. Beberapa teori lain yang mencoba untuk mengkategorikan gaya belajar termasuk model gaya pembelajaran VARK dan model gaya belajar Kolb .