Masalah Belajar dan Perilaku Biasanya Mendampingi Perhatian Defisit
Gangguan defisit perhatian (ADD) adalah kelemahan dalam kemampuan otak untuk fokus pada informasi sensorik penting. ADD sekolah dapat mempengaruhi kemampuan siswa untuk memproses informasi dari kata-kata guru, musik, video, dan teks tertulis. Defisit perhatian juga dapat mempengaruhi kemampuan otak untuk menyaring informasi yang tidak penting. Orang dengan GPP tidak dapat menghilangkan gangguan yang orang lain hampir tidak sadari.
Perbedaan Antara ADD dan ADHD
Orang dengan gejala ADD yang juga mengalami hiperaktif digambarkan memiliki gangguan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Sementara orang dengan GPP yang tidak mengalami hiperaktif mungkin tampak melamun atau "mati di dunia lain," orang-orang dengan ADHD cenderung mengalami kesulitan dalam duduk diam, dan mungkin perlu bergerak atau langkah hanya untuk memperhatikan. Mereka juga mungkin lebih cenderung terlibat dalam kegiatan berisiko seperti seks tanpa kondom dan penggunaan narkoba. Karena orang dengan ADHD lebih mungkin untuk menampilkan gejala yang jelas (dan sering dianggap sebagai "pembuat onar"), mereka juga lebih mungkin diidentifikasi dan dirawat karena gangguan tersebut.
ADD / ADHD dan Disfungsi Sensorik
Selain masalah yang dijelaskan di atas, orang dengan ADD / ADHD mungkin memiliki disfungsi sensorik, yang berarti bahwa mereka hipersensitif dan sadar akan suara, cahaya, dan sensasi fisik. Bahkan sensasi pakaian pada kulit atau suhu dalam ruangan bisa menjadi pengalih perhatian pada TAMBAH.
Defisit perhatian ada ketika otak tidak dapat mempertahankan fokus pada informasi penting. Orang dengan GPP tidak dapat memfilter informasi yang tidak penting atau memprioritaskan informasi penting. Masalah mengendalikan perilaku dan pikiran impulsif adalah hal biasa.
TAMBAH / ADHD Di Sekolah
Sekolah bisa sangat sulit untuk anak-anak dengan ADD / ADHD.
Sementara ini benar untuk gelar di taman kanak-kanak dan TK, itu bisa menjadi semakin sulit ketika anak-anak menyelesaikan kelas awal dan pindah ke pengaturan di mana duduk diam, fokus pada kata-kata lisan, dan mempertahankan fokus semua menjadi sangat penting.
Siswa dengan ADHD mungkin mengalami:
- Ketidakmampuan untuk menghadiri instruksi guru.
- Kebingungan auditori dan visual.
- Masalah memori biasa terjadi.
- Hipersensitivitas terhadap sensasi visual dan taktil mungkin juga ada pada ADD. Mereka yang mengalami gangguan ini mungkin merasa kewalahan oleh cahaya fluorescent yang berdenyut atau suara elektrik.
- Orang dengan GPP mungkin merasa kewalahan dengan tugas besar. Memproses petunjuk juga sulit. Pemecahan masalah yang rumit kemungkinan akan sulit.
- Sistem penciuman yang sangat sensitif juga bisa menjadi masalah bagi penderita GPP. Defisit perhatian dapat menyebabkan bau sehari-hari tampak luar biasa.
Masalah lain yang menjadi semakin sulit termasuk:
- harapan bahwa siswa akan dapat mengelola banyak tugas dan tenggat waktu
- kebutuhan untuk mengatur materi sekolah dan merencanakan ke depan untuk tugas-tugas mulai dari mendapatkan tanda izin yang ditandatangani untuk menyelesaikan tugas jangka panjang
- persyaratan untuk mengikuti tes standar multi-jam
- penarikan peluang, seperti reses, untuk bergerak dan terlibat dengan orang lain
Mengelola ADD / ADHD di Sekolah
Sangat sering, anak-anak dengan ADD / ADHD adalah obat yang diresepkan (biasanya stimulan) untuk menghilangkan gejala mereka. Obat-obatan ini memudahkan anak-anak untuk mengelola impuls mereka sendiri, tetap fokus, dan menghindari gangguan. Mereka juga dapat, bagaimanapun, menciptakan efek samping yang dapat menjadi masalah dalam diri mereka sendiri.
Di lingkungan sekolah, banyak anak dengan ADD / ADHD telah menerima akomodasi khusus melalui Rencana Pendidikan Individual untuk membuat pengalaman pendidikan mereka lebih berhasil.
Dalam beberapa kasus, akomodasi ini melibatkan penggunaan alat dan sumber daya untuk mendukung memori, fokus, dan daya ingat; akomodasi juga dapat mencakup waktu tambahan untuk pengujian atau ruang yang ditentukan tenang di mana gangguan diminimalkan.