Teori Pertukaran Sosial

Bagaimana teori pertukaran sosial memengaruhi hubungan

Teori pertukaran sosial mengusulkan bahwa perilaku sosial adalah hasil dari proses pertukaran. Tujuan dari pertukaran ini adalah untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan biaya. Menurut teori ini, yang dikembangkan oleh sosiolog George Homans, orang menimbang manfaat potensial dan risiko hubungan sosial. Ketika risiko lebih besar daripada imbalan, orang akan mengakhiri atau meninggalkan hubungan itu.

Bagaimana Teori Pertukaran Sosial Bekerja

Sebagian besar hubungan terdiri dari jumlah tertentu memberi dan menerima, tetapi ini tidak berarti bahwa mereka selalu sama. Pertukaran sosial menunjukkan bahwa itu adalah penilaian manfaat dan biaya dari setiap hubungan yang menentukan apakah kita memilih untuk melanjutkan asosiasi sosial atau tidak.

Biaya vs. Manfaat dalam Proses Pertukaran Sosial

Biaya melibatkan hal-hal yang Anda lihat sebagai hal negatif seperti harus memasukkan uang, waktu, dan upaya ke dalam suatu hubungan. Misalnya, jika Anda memiliki teman yang selalu harus meminjam uang dari Anda, maka ini akan dilihat sebagai biaya tinggi.

Manfaatnya adalah hal-hal yang Anda dapatkan dari hubungan seperti kesenangan, persahabatan, persahabatan, dan dukungan sosial . Teman Anda mungkin sedikit freeloader, tetapi ia membawa banyak kesenangan dan kegembiraan dalam hidup Anda. Ketika Anda menentukan nilai persahabatan, Anda mungkin memutuskan bahwa manfaatnya lebih besar daripada biaya potensial.

Teori pertukaran sosial menunjukkan bahwa kita pada dasarnya mengambil manfaat dan mengurangi biaya untuk menentukan seberapa besar nilai suatu hubungan. Hubungan positif adalah hubungan di mana manfaat lebih besar daripada biaya ketika hubungan negatif terjadi ketika biaya lebih besar daripada manfaatnya.

Tingkat Harapan dan Perbandingan

Analisis biaya manfaat memainkan peran utama dalam proses pertukaran sosial, tetapi juga harapan. Ketika orang menimbang manfaat hubungan dengan biaya hubungan, mereka melakukannya dengan menetapkan tingkat perbandingan yang sering dipengaruhi oleh harapan sosial dan pengalaman masa lalu. Jika Anda selalu memiliki persahabatan yang buruk, tingkat perbandingan Anda di awal suatu hubungan akan jauh lebih rendah daripada orang yang selalu memiliki lingkaran erat teman-teman yang suportif dan penuh perhatian .

Misalnya, jika pasangan romantis Anda sebelumnya menghujani Anda dengan tampilan kasih sayang, tingkat perbandingan Anda untuk hubungan Anda berikutnya akan cukup tinggi ketika menyangkut tingkat kasih sayang. Jika pasangan romantis Anda berikutnya cenderung lebih pendiam dan kurang emosional, orang itu mungkin tidak memenuhi harapan Anda.

Mengevaluasi Alternatif

Aspek lain dari proses pertukaran sosial melibatkan mencari kemungkinan alternatif. Setelah menganalisa biaya dan manfaat dan membandingkannya dengan level perbandingan Anda, Anda mungkin mulai melihat alternatif yang mungkin. Hubungan itu mungkin tidak sesuai dengan tingkat perbandingan Anda, tetapi ketika Anda meneliti alternatif potensial, Anda mungkin menentukan bahwa hubungan itu masih lebih baik daripada hal lain yang tersedia.

Akibatnya, Anda dapat kembali dan menilai ulang hubungan dalam hal apa yang mungkin sekarang menjadi tingkat perbandingan yang agak lebih rendah.

Fase Honeymoon

Panjang persahabatan atau romansa juga dapat memainkan peran dalam proses pertukaran sosial. Selama minggu-minggu awal atau bulan-bulan hubungan, sering disebut sebagai "fase bulan madu," orang lebih cenderung mengabaikan keseimbangan pertukaran sosial. Hal-hal yang biasanya dipandang sebagai biaya tinggi diabaikan, diabaikan, atau diminimalisir, sementara potensi keuntungannya sering dibesar-besarkan.

Jadi apa yang terjadi ketika periode bulan madu ini akhirnya berakhir? Dalam banyak kasus, akan ada evaluasi saldo bursa secara bertahap.

Kelemahan akan menjadi lebih jelas dan manfaat akan mulai terlihat lebih nyata. Rekalibrasi saldo pertukaran ini juga bisa mengarah pada penghentian hubungan jika keseimbangannya terlalu jauh ke arah negatif.

> Sumber:

> Masak KS, Cheshire C, Rice ERW, Nakagawa S. Social Exchange Theory. Dalam: DeLamater J, Ward A, eds. Buku Pegangan Psikologi Sosial. Buku Pegangan Sosiologi dan Penelitian Sosial. Springer, Dordrecht; 2013: 61-88.

> Homans GC. Perilaku sosial. New York: Harcourt Brace dan Dunia; 1961.