Antara usia sekitar 7 dan 11 tahun, anak-anak berada dalam periode perkembangan kognitif yang oleh Jean Piaget disebut sebagai tahap operasional konkrit . Selama periode perkembangan intelektual ini, anak-anak menjadi semakin terampil dalam memahami informasi yang logis dan konkret. Namun, mereka masih berjuang untuk memahami konsep hipotetis atau abstrak.
Pada usia ini, anak-anak dapat fokus pada berbagai aspek masalah atau situasi dan menjadi kurang egosentris, yang berarti bahwa mereka mampu memikirkan dan memahami berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda. Namun, mereka cenderung lebih fokus pada "di sini dan sekarang" dan kurang pada konsekuensi masa depan.
Bagaimana Anak Berpikir di Masa Kecil Anak
Kemampuan kognitif seperti konsentrasi dan memori meningkat secara signifikan selama tahun-tahun tengah masa kanak-kanak. Anak-anak usia ini memiliki rentang perhatian yang jauh lebih baik daripada usia dini dan mereka lebih mampu mengingat informasi untuk rentang waktu yang lebih lama. Tidak hanya kemampuan mereka untuk memperhatikan untuk waktu yang lama jauh lebih baik, perhatian selektif mereka juga jauh lebih baik. Ini berarti bahwa mereka mampu menyaring gangguan yang tidak relevan untuk berkonsentrasi hanya pada detail-detail penting. Seperti yang dapat Anda bayangkan, kemampuan ini sangat penting di kelas karena anak-anak dapat mulai mengabaikan gangguan yang disajikan oleh teman sekelas mereka untuk memberi perhatian kepada guru dan buku pelajaran.
Memori jangka pendek sangat meningkat antara usia 7 dan 11. Berkat ini, anak-anak mampu memperhatikan lebih dari satu hal pada satu waktu dan menjadi mampu berpikir lebih cepat. Peningkatan dalam kapasitas memori, kecepatan, dan pemrosesan informasi ini segera terlihat di kelas.
Sedangkan anak yang lebih muda mungkin berjuang untuk tetap pada tugas dan hanya mampu berfokus pada satu hal pada satu waktu, rata-rata sekolah menengah telah menjadi sangat mahir dalam multitasking mental. Seorang siswa usia ini dapat dengan mudah fokus pada pertanyaan seorang guru, berpikir tentang berbagai kemungkinan jawaban, menawarkan tanggapan, mendengarkan anak-anak lain ketika mereka menawarkan tanggapan mereka, dan berpartisipasi dalam diskusi kelas.
Mendorong Perkembangan Kognitif pada Anak Usia Menengah
Kemajuan dalam perkembangan kognitif yang terjadi selama tahun-tahun sekolah menengah sebagian besar terkait dengan pembelajaran. Ketika anak-anak belajar lebih banyak, mereka menjadi semakin terampil dan mengembangkan area-area kritis dari otak mereka. Orang tua dan guru dapat mendorong pertumbuhan kognitif ini dengan menyediakan banyak kesempatan untuk belajar antara usia 7 dan 11 tahun.
- Ajak anak-anak membaca. Membaca dapat meningkatkan kemampuan kognitif dengan berbagai cara, termasuk membantu anak memperluas basis pengetahuan mereka, meningkatkan keterampilan berbahasa, dan meningkatkan konsentrasi.
- Pertimbangkan pendidikan bilingual. Penelitian telah menunjukkan bahwa belajar bahasa kedua dapat menawarkan sejumlah keuntungan kognitif, termasuk peningkatan fleksibilitas mental.
- Cobalah untuk membangun motivasi intrinsik . Cobalah menawarkan pujian dan dorongan ketika anak-anak mengekspresikan minat dalam kegiatan akademis. Hadiah ekstrinsik , seperti suguhan atau mainan, bisa membuat anak-anak mengerjakan pekerjaan rumah mereka, tetapi penguatan semacam itu tidak selalu membantu anak-anak membangun kecintaan belajar internal. Daripada memusatkan perhatian pada memuji hasil, seperti nilai bagus, sebagai gantinya, fokuskan upaya Anda pada upaya dan kerja keras yang memuaskan.