Jika Anda memiliki gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder / BPD), emosi yang sadar diri dapat memainkan peran utama. Karena gangguan tersebut, perasaan menjadi lebih intensif dan dapat menyebabkan reaksi berbahaya. Cari tahu lebih lanjut tentang emosi yang sadar diri dan bagaimana mereka memengaruhi kesehatan mental Anda.
Apa Itu Emosi Sadar Diri?
Sementara beberapa emosi dianggap sebagai " emosi dasar ," yang berarti bahwa mereka membutuhkan sedikit atau tidak ada perasaan untuk mengalami atau mengenali, emosi yang sadar diri terkait dengan konsep diri kita dan pemahaman tentang hubungan kita dengan orang lain dan komunitas yang lebih besar.
Misalnya, untuk mengalami emosi dasar "rasa takut", Anda hanya perlu melihat sesuatu sebagai ancaman. Tetapi untuk mengalami emosi sadar diri, seperti rasa bersalah, Anda harus memiliki rasa diri dan pemahaman tentang perilaku Anda, seperti mengenali ketika Anda melakukan sesuatu yang salah.
Emosi sadar diri mencakup baik emosi positif seperti kebanggaan atau keyakinan serta emosi negatif seperti rasa malu atau cemburu.
Tujuan
Para ilmuwan percaya bahwa emosi yang sadar diri memiliki basis evolusioner. Mereka membantu Anda bertahan dengan mempromosikan inklusi sosial, seperti membantu Anda tetap dalam kemurahan hati orang lain. Misalnya, ketika Anda mengungkapkan rasa malu setelah melanggar beberapa norma sosial, ekspresi emosi itu membantu Anda memperbaiki hubungan . Misalnya, jika Anda menyakiti teman dan meminta maaf padanya, wajah Anda mungkin menjadi merah dan Anda mungkin tidak dapat bertemu matanya. Teman Anda akan tahu betapa Anda merasa dan mungkin kurang marah terhadap Anda.
Perasaan ini juga mungkin membantu mencegah Anda melanggar norma-norma sosial di masa depan. Jika Anda tahu Anda akan merasa bersalah jika mencuri dari seseorang, Anda lebih mungkin untuk menghindari perilaku itu sama sekali.
Gangguan Kepribadian Borderline dan Emosi Sadar-Diri
Penelitian telah menunjukkan bahwa orang dengan BPD lebih cenderung memiliki emosi yang tidak menyenangkan atau negatif.
Penyebabnya adalah dua kali lipat. Karena BPD dapat menyebabkan Anda mengalami lebih banyak emosi dan perasaan malu atau bersalah, ini dapat menyebabkan perilaku yang tidak pantas atau merusak, seperti interaksi seksual atau kekerasan. Pengalaman-pengalaman ini juga membentuk bagaimana orang-orang dengan perilaku menafsirkan BPD. Misalnya, seseorang yang memiliki hubungan seksual yang tidak pantas akan merasa malu atau bersalah dan dapat menganggap tindakan seseorang sebagai pemangsa. Ini dapat menyebabkan mereka bereaksi terhadap orang itu secara agresif, bahkan jika orang lain tidak bersalah. Hubungan antara BPD dan emosi yang sadar diri dapat memulai siklus kehancuran, menuntun seseorang untuk melukai diri sendiri atau pikiran untuk bunuh diri.
Jika Anda merasa berjuang dengan emosi yang sadar diri dan Anda memiliki gangguan kepribadian ambang, penting untuk membicarakan hal ini dengan terapis atau penyedia perawatan kesehatan Anda. Mereka dapat membantu Anda menangani emosi yang sadar diri dengan cara yang sehat yang tidak merugikan diri sendiri atau orang lain. Dengan mempelajari strategi mengatasi, seperti mengambil jeda dari situasi, Anda dapat memproses emosi sepenuhnya dan menetapkan apakah reaksi Anda sama dengan apa yang sebenarnya terjadi. Terapis Anda akan membantu Anda meningkatkan keterampilan ini sehingga Anda dapat mengelola penyakit Anda dan menjaga hubungan Anda dengan lebih baik.
Sumber:
Schoenleber, M., Gratz, KL, Messman, T. "Gangguan kepribadian borderline dan emosi sadar diri dalam menanggapi pengalaman seksual yang tidak diinginkan dewasa". Journal of Personality Disorders, 2014, 810-823.