Tips dari Psikologi untuk Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Pembelajaran
Apakah Anda tertarik untuk menemukan cara untuk mempelajari hal-hal baru dengan lebih cepat? Apakah Anda ingin menjadi pembelajar yang lebih efektif dan efisien? Jika Anda seperti banyak siswa, waktu Anda terbatas sehingga penting untuk mendapatkan nilai pendidikan paling banyak dari waktu yang Anda miliki.
Namun, kecepatan belajar bukanlah satu-satunya faktor yang penting. Retensi, penarikan, dan transfer juga penting. Siswa harus dapat secara akurat mengingat informasi yang mereka pelajari, mengingatnya di lain waktu, dan memanfaatkannya secara efektif dalam berbagai macam situasi.
Jadi apa yang dapat Anda lakukan untuk menjadi pembelajar yang lebih baik? Menjadi siswa yang efektif dan efisien bukanlah sesuatu yang terjadi dalam semalam, tetapi memasukkan beberapa tips ini ke dalam latihan sehari-hari dapat membantu Anda mendapatkan lebih banyak dari waktu belajar Anda.
1 - Dasar-dasar Peningkatan Memori
Kami telah berbicara sebelumnya tentang beberapa cara terbaik untuk meningkatkan memori. Kiat dasar seperti meningkatkan fokus Anda, menghindari sesi menjejalkan, dan menyusun waktu belajar Anda adalah tempat yang baik untuk memulai, tetapi bahkan ada lebih banyak pelajaran dari psikologi yang secara dramatis dapat meningkatkan efisiensi belajar Anda. Lihat beberapa tips peningkatan memori ini untuk memaksimalkan penghafalan dan penyimpanan informasi baru Anda.
2 - Terus Belajar (dan Berlatih) Hal-Hal Baru
Satu cara pasti untuk menjadi pembelajar yang lebih efektif adalah dengan terus belajar. Sebuah artikel Nature 2004 melaporkan bahwa orang yang belajar bagaimana menyulap meningkatkan jumlah materi abu-abu di lobus oksipital mereka, area otak dikaitkan dengan memori visual. Ketika orang-orang ini berhenti berlatih keterampilan baru mereka, masalah abu-abu ini menghilang.
Jadi, jika Anda belajar bahasa baru, penting untuk terus mempraktekkan bahasa untuk mempertahankan perolehan yang telah Anda capai. Fenomena "menggunakan-itu-atau-kehilangan-itu" melibatkan proses otak yang dikenal sebagai "pemangkasan". Jalur tertentu di otak dipertahankan, sementara yang lain dihilangkan. Jika Anda menginginkan informasi baru yang baru saja Anda pelajari untuk tetap tinggal, teruslah berlatih dan latihlah.
3 - Belajar dalam Banyak Cara
Fokus pada pembelajaran di lebih dari satu cara. Daripada hanya mendengarkan podcast, yang melibatkan pembelajaran pendengaran, temukan cara untuk melatih informasi baik secara lisan maupun visual. Ini mungkin melibatkan menjelaskan apa yang Anda pelajari kepada teman, mencatat, atau menggambar peta pikiran. Dengan belajar di lebih dari satu cara, Anda semakin mempererat pengetahuan dalam pikiran Anda.
Menurut Judy Willis, “Semakin banyak wilayah otak yang menyimpan data tentang subjek, semakin banyak interkoneksi. Redundansi ini berarti siswa akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk menarik semua data terkait dari beberapa area penyimpanan mereka sebagai tanggapan terhadap satu isyarat. Referensi data silang ini berarti kami telah belajar, bukan hanya hafal. ”
4 - Ajari Apa yang Telah Anda Pelajari kepada Orang Lain
Pendidik telah lama mencatat bahwa salah satu cara terbaik untuk mempelajari sesuatu adalah mengajarkannya kepada orang lain. Ingat presentasi kelas tujuh Anda di Kosta Rika? Dengan mengajar ke seluruh kelas, guru Anda berharap Anda akan mendapatkan lebih banyak lagi dari tugas. Anda dapat menerapkan prinsip yang sama hari ini dengan membagikan keterampilan dan pengetahuan yang baru Anda pelajari kepada orang lain.
Mulailah dengan menerjemahkan informasi ke kata-kata Anda sendiri. Proses ini sendiri membantu memperkuat pengetahuan baru di otak Anda. Selanjutnya, temukan beberapa cara untuk membagikan apa yang telah Anda pelajari. Beberapa ide termasuk menulis posting blog, membuat podcast, atau berpartisipasi dalam diskusi kelompok.
5 - Memanfaatkan Pembelajaran Sebelumnya untuk Mempromosikan Pembelajaran Baru
6 - Dapatkan Pengalaman Praktis
Bagi banyak siswa, belajar biasanya melibatkan membaca buku teks, menghadiri kuliah, atau melakukan penelitian di perpustakaan atau di Web. Sambil melihat informasi dan kemudian menuliskannya penting, sebenarnya mempraktekkan pengetahuan dan keterampilan baru dapat menjadi salah satu cara terbaik untuk meningkatkan pembelajaran.
Jika Anda mencoba memperoleh keterampilan atau kemampuan baru, fokuslah untuk mendapatkan pengalaman praktis. Jika itu adalah olahraga atau keterampilan atletik, lakukan aktivitas secara teratur. Jika Anda mempelajari bahasa baru, berlatih berbicara dengan orang lain dan kelilingi diri Anda dengan pengalaman-pengalaman imersi bahasa. Tonton film berbahasa asing dan bangun percakapan dengan penutur asli untuk melatih keterampilan pemula Anda.
7 - Mencari Jawaban Daripada Perjuangan untuk Diingat
Tentu saja, belajar bukanlah proses yang sempurna. Terkadang, kita melupakan detail hal-hal yang telah kita pelajari. Jika Anda menemukan diri Anda berjuang untuk mengingat beberapa berita menarik, penelitian menunjukkan bahwa Anda lebih baik menawarkan hanya mencari jawaban yang benar.
Sebuah penelitian menemukan bahwa semakin lama Anda menghabiskan usaha untuk mengingat jawabannya, semakin besar kemungkinan Anda akan melupakan jawabannya lagi di masa depan. Mengapa? Karena upaya-upaya untuk mengingat informasi yang telah dipelajari sebelumnya ini benar-benar menghasilkan dalam mempelajari "keadaan kesalahan" daripada respon yang benar.
8 - Memahami Cara Anda Belajar Terbaik
Strategi hebat lain untuk meningkatkan efisiensi belajar Anda adalah mengenali kebiasaan dan gaya belajar Anda. Ada sejumlah teori yang berbeda tentang gaya belajar, yang semuanya dapat membantu Anda mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang cara terbaik belajar Anda. Konsep gaya belajar telah menjadi bahan perdebatan dan kritik yang cukup besar, tetapi banyak siswa mungkin menemukan bahwa memahami preferensi belajar mereka masih dapat membantu.
Teori Gardner tentang kecerdasan ganda menjelaskan delapan jenis kecerdasan yang berbeda yang dapat membantu mengungkapkan kekuatan individu Anda. Melihat dimensi gaya belajar Carl Jung juga dapat membantu Anda lebih baik melihat strategi belajar mana yang paling cocok untuk Anda. Model lain seperti gaya belajar VARK dan gaya belajar Kolb dapat menawarkan lebih banyak informasi tentang bagaimana Anda lebih suka mempelajari hal-hal baru.
9 - Gunakan Pengujian untuk Meningkatkan Pembelajaran
10 - Hentikan Multitasking
Selama bertahun-tahun, ada anggapan bahwa orang-orang yang melakukan banyak tugas , atau melakukan lebih dari satu kegiatan sekaligus, memiliki kelebihan dibandingkan mereka yang tidak. Namun, penelitian sekarang menunjukkan bahwa multitasking dapat membuat pembelajaran menjadi kurang efektif.
Dalam studi tersebut, para peserta kehilangan banyak waktu ketika mereka beralih di antara banyak tugas dan kehilangan lebih banyak waktu karena tugas menjadi semakin kompleks. Dengan beralih dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya, Anda akan belajar lebih lambat, menjadi kurang efisien dan membuat lebih banyak kesalahan.
Bagaimana Anda bisa menghindari bahaya multitasking? Mulailah dengan memfokuskan perhatian Anda pada tugas di tangan dan terus bekerja untuk jumlah waktu yang telah ditentukan.
Pikiran Akhir
Menjadi pembelajar yang lebih efektif dapat memakan waktu, dan selalu membutuhkan latihan dan tekad untuk membangun kebiasaan baru. Mulailah dengan berfokus hanya pada beberapa tips ini untuk melihat apakah Anda bisa mendapatkan lebih banyak dari sesi belajar Anda berikutnya.
Referensi:
Draganski, B., Gaser, C., Busch, V., & Schuierer, G. (2004). Neuroplastisitas: Perubahan pada materi abu-abu yang disebabkan oleh pelatihan. Alam, 427 (22), 311-312.
Willis, J. (2008). Strategi pengajaran berbasis otak untuk meningkatkan memori, pembelajaran, dan keberhasilan tes siswa (Review of Research). Pendidikan Anak Usia, 83 (5), 31-316.
Chan, JC, McDermott, KB, & Roediger, HL (2007). Fasilitasi pengambilan-diinduksi. Jurnal Psikologi Eksperimental: Umum, 135 (4), 553-571.
Rubinstein, Joshua S .; Meyer, David E .; Evans, Jeffrey E. Jurnal Psikologi Eksperimental: Persepsi dan Kinerja Manusia, 27 (4), 763-797.