Bagaimana Bayi Tahu Bahwa Objek Tak Terlihat Terus Ada
Istilah "objek permanen" digunakan untuk menggambarkan kemampuan seorang anak untuk mengetahui bahwa objek terus ada meskipun mereka tidak lagi dapat dilihat atau didengar.
Jika Anda pernah memainkan permainan "peek-a-boo" dengan anak yang sangat muda, maka Anda mungkin mengerti bagaimana ini bekerja. Ketika suatu benda tersembunyi dari pandangan, bayi-bayi di bawah usia tertentu sering menjadi marah karena barang itu telah lenyap.
Ini karena mereka terlalu muda untuk memahami bahwa objek itu terus ada meskipun tidak dapat dilihat.
Permanen Objek dan Teori Pengembangan Piaget
Konsep keabadian objek memainkan peran penting dalam teori perkembangan kognitif yang diciptakan oleh psikolog Jean Piaget . Pada tahap perkembangan sensorimotor , periode yang berlangsung sejak lahir hingga sekitar usia dua tahun, Piaget menyarankan agar anak-anak memahami dunia melalui kemampuan motorik mereka seperti sentuhan, penglihatan, rasa, dan gerakan.
Selama masa bayi awal, bayi sangat egosentris. Mereka tidak memiliki konsep bahwa dunia ada terpisah dari sudut pandang dan pengalaman mereka. Untuk memahami bahwa objek terus ada bahkan ketika mereka tidak terlihat, bayi harus terlebih dahulu mengembangkan representasi mental objek.
Piaget mengacu pada gambaran mental ini sebagai skema . Skema adalah kategori pengetahuan tentang sesuatu di dunia.
Sebagai contoh, bayi mungkin memiliki skema makanan, yang pada masa awal bayi akan menjadi botol atau payudara. Seiring bertambahnya usia anak dan memiliki lebih banyak pengalaman, skemanya akan bertambah banyak dan menjadi jauh lebih rumit. Melalui proses asimilasi dan akomodasi , anak-anak mengembangkan kategori mental baru, memperluas kategori yang ada, dan bahkan benar-benar mengubah skema mereka saat ini.
Bagaimana Mengembangkan Obyek Permanen
Piaget menyarankan bahwa ada enam substages yang terjadi selama tahap perkembangan sensorimotor, termasuk:
Lahir hingga 1 Bulan: Refleks
Selama bagian paling awal dari tahap sensorimotor, refleks adalah cara utama bayi memahami dan menjelajahi dunia. Respon refleks seperti rooting, mengisap, dan mengejutkan adalah bagaimana bayi berinteraksi dengan lingkungannya.1 hingga 4 Bulan: Pengembangan Skema Baru
Selanjutnya, reaksi melingkar utama mengarah pada formasi skema baru. Seorang bayi mungkin secara tidak sengaja mengisap ibu jarinya dan menyadari bahwa itu menyenangkan. Dia kemudian akan mengulangi tindakan itu karena dia menemukannya menyenangkan.4 hingga 8 Bulan: Tindakan Disengaja
Sekitar usia 4 hingga 8 bulan, bayi mulai membayar lebih banyak perhatian ke dunia di sekitar mereka. Mereka bahkan akan melakukan tindakan untuk membuat tanggapan. Piaget disebut ini sebagai reaksi melingkar sekunder .8 hingga 12 Bulan: Eksplorasi Besar
Antara 8 dan 12 bulan, tindakan yang disengaja menjadi jauh lebih nyata. Bayi akan mengguncang mainan untuk menghasilkan suara dan tanggapan mereka terhadap lingkungan menjadi lebih kohesif dan terkoordinasi.12 hingga 18 Bulan: Trial-and-Error
Reaksi sirkular tersier muncul selama tahap kelima. Ini melibatkan trial-and-error dan bayi mungkin mulai melakukan tindakan untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.
18 hingga 24 Bulan: Benda Permanen Muncul
Piaget percaya bahwa pemikiran representasional mulai muncul antara 18 dan 24 bulan. Pada titik ini, anak-anak menjadi mampu membentuk representasi objek mental. Karena mereka dapat secara simbolis membayangkan hal-hal yang tidak dapat dilihat, mereka sekarang dapat memahami objek permanen.
Bagaimana Piaget Diukur Permanen Objek
Untuk menentukan apakah benda permanen hadir, Piaget akan menunjukkan mainan kepada bayi sebelum menyembunyikannya atau membawanya pergi. Dalam satu versi eksperimennya, Piaget akan menyembunyikan mainan di bawah selimut dan kemudian mengamati untuk melihat apakah bayi akan mencari objek.
Beberapa bayi akan tampak bingung atau kesal karena kehilangan sementara bayi lain justru akan mencari objek. Piaget percaya bahwa anak-anak yang marah bahwa mainan itu hilang tidak memiliki pemahaman tentang kelanggengan objek, sementara mereka yang mencari mainan telah mencapai tonggak perkembangan ini. Dalam percobaan Piaget, ini cenderung terjadi sekitar usia 8 hingga 9 bulan.
Temuan Terbaru Sarankan Benda Permanen Terjadi Sebelumnya
Sementara teori Piaget sangat berpengaruh dan tetap cukup populer saat ini, itu juga telah menjadi subyek kritik. Salah satu kritik utama dari karya Piaget adalah dia sering meremehkan kemampuan anak-anak.
Penelitian tentang keabadian objek juga mempertanyakan beberapa kesimpulan Piaget. Para peneliti telah mampu menunjukkan bahwa dengan isyarat, anak-anak berumur empat bulan dapat memahami bahwa objek terus ada meskipun mereka tidak terlihat atau tidak terdengar.
Peneliti lain telah menyarankan penjelasan alternatif mengapa bayi tidak mencari mainan tersembunyi. Anak-anak yang sangat muda mungkin tidak memiliki koordinasi fisik yang diperlukan untuk mencari item. Dalam kasus lain, bayi mungkin tidak tertarik untuk mencari objek tersembunyi.
> Sumber:
> Bremner JG, Slater AM, Johnson SP. Persepsi Persistensi Objek: Asal Usul Permanen Obyek pada Masa Bayi . Perspektif Perkembangan Anak. 2015; 9 (1): 7-13.