Tidak jarang pasien memiliki diagnosis ganda
Diagnosis gangguan stres pasca-trauma (PTSD) dan depresi umumnya terjadi bersamaan. Jika Anda menerima diagnosis ganda, berikut ini mengapa kondisi tersebut mungkin terkait.
Gejala Depresi
Setiap orang merasa sedih dari waktu ke waktu, tetapi depresi berbeda dari hanya merasa tidak bahagia atau sedih. Depresi lebih intens, berlangsung lebih lama, dan memiliki dampak negatif yang besar pada hidup Anda.
Gejala-gejala depresi ini dijelaskan dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5):
- Depresi suasana hati hampir setiap hari dan untuk sebagian besar hari
- Hilangnya minat atau kesenangan dalam kegiatan
- Penurunan berat badan atau berat badan yang cukup besar
- Kesulitan tertidur atau tidur terlalu banyak
- Merasa selalu gelisah, gelisah atau lesu, dan "melambat"
- Merasa tidak berharga dan / atau bersalah
- Kesulitan berkonsentrasi dan / atau membuat keputusan
- Pikiran tentang mati dan / atau mengakhiri hidup Anda
Menurut DSM-5, untuk didiagnosis dengan episode depresi besar , Anda harus mengalami lima gejala ini dalam periode dua minggu yang sama (atau lebih lama) dan mereka harus berubah dari bagaimana Anda biasanya berfungsi.
Seberapa Sering PTSD dan Depresi Bertepatan
Depresi adalah salah satu diagnosis yang paling sering terjadi pada orang dengan gangguan stres pasca-trauma. Bahkan, para peneliti telah menemukan bahwa di antara orang-orang yang memiliki (atau pernah) memiliki diagnosis PTSD, sekitar 48 persen hingga 55 persen juga mengalami depresi saat ini atau sebelumnya.
Orang-orang yang pernah mengalami PTSD pada suatu saat dalam kehidupan mereka tiga hingga lima kali lebih mungkin dibandingkan orang-orang tanpa PTSD juga mengalami depresi.
Bagaimana PTSD dan Depresi Terhubung
PTSD dan depresi dapat dihubungkan dalam beberapa cara. Pertama, orang dengan depresi lebih cenderung memiliki pengalaman traumatis daripada orang tanpa depresi, yang, pada gilirannya, dapat meningkatkan kemungkinan bahwa PTSD berkembang.
Kemungkinan kedua adalah bahwa gejala PTSD dapat begitu menyusahkan dan melemahkan sehingga menyebabkan depresi berkembang. Beberapa orang dengan PTSD mungkin merasa terpisah atau terputus dari teman dan keluarga. Mereka juga dapat menemukan sedikit kesenangan dalam kegiatan yang pernah mereka nikmati. Akhirnya, mereka bahkan mungkin mengalami kesulitan mengalami emosi positif seperti sukacita dan kebahagiaan. Sangat mudah untuk melihat bagaimana pengalaman gejala-gejala PTSD ini dapat membuat seseorang merasa sangat sedih, kesepian, dan depresi.
Kemungkinan terakhir adalah bahwa ada beberapa jenis faktor genetik yang terlibat dalam pengembangan PTSD dan depresi.
Mendapatkan Perawatan
Jika Anda menderita PTSD, penting untuk mencari perawatan sesegera mungkin. Semakin cepat Anda mengatasi gejala PTSD Anda, semakin kecil kemungkinan mereka akan menjadi lebih buruk dan meningkatkan risiko Anda untuk depresi.
Jika saat ini Anda mengalami PTSD dan depresi, penting juga untuk mendapatkan perawatan sesegera mungkin. Setiap gangguan bisa membuat yang lain lebih buruk. Karena PTSD dan depresi sering terjadi bersamaan dengan gangguan mental, profesional kesehatan mental yang dilatih dalam perawatan PTSD biasanya juga terlatih dalam perawatan depresi. Selain itu, beberapa perawatan, seperti aktivasi perilaku , mungkin sama baiknya dalam mengobati PTSD dan depresi.
> Sumber
- > American Psychiatric Association (APA). Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental. Edisi ke-5. Arlington, VA: Penerbitan Psikiatri Amerika; 2013.
- > Biehn TL, Kontraktor A, Elhai JD, dkk. Hubungan Antara Dimensi Dasar Ptsd dan Depresi Mayor Menggunakan Survei Epidemiologi Tentara Garda Nasional yang Dikerahkan . Journal of Affective Disorders. 2013; 144: 106-111.
- > Flory JD, Yehuda R. Komorbiditas Antara Gangguan Stres Pascatrauma dan Gangguan Depresi Utama: Penjelasan Alternatif dan Pertimbangan Perawatan. Dialog dalam Neuroscience Klinis . 2015; 17 (2): 141-150.
- > Departemen Urusan Veteran AS. Depresi, Trauma, dan PTSD. PTSD: Pusat Nasional untuk PTSD. Diperbarui 13 Agustus 2015.