Gangguan kepribadian borderline dan PTSD sering berjalan seiring
Gangguan kepribadian borderline dan PTSD sering berjalan seiring. Orang dengan gangguan kepribadian ambang (juga disebut BPD) mengalami kesulitan mengelola emosi mereka, hubungan tidak stabil dan masalah mengendalikan perilaku impulsif.
Tidak mengherankan bahwa BPD dan PTSD sering terjadi bersamaan, karena BPD dan PTSD berbagi banyak faktor risiko yang sama, seperti pelecehan masa kanak-kanak.
Gejala BPD
Borderline personality disorder (BPD) telah menerima perhatian yang semakin banyak di dalam media. Namun, gangguan sering tidak disajikan secara akurat, dan sebagai hasilnya, banyak orang membawa kesalahan persepsi tentang gejala yang membentuk gangguan ini. Jika Anda menderita BPD atau mengenal seseorang yang mengetahui gejala tersebut dan bukan bagian dari diagnosis, Anda dapat lebih memahami apa yang Anda atau orang yang Anda cintai.
Koneksi antara BPD dan PTSD
Banyak orang dengan BPD mengalami PTSD, dan banyak orang dengan PTSD juga memenuhi kriteria untuk diagnosis BPD. Mengapa sering terjadi bersama? Terlepas dari kenyataan bahwa banyak orang telah mengamati bahwa dua gangguan ini sering terjadi bersamaan, tidak banyak penelitian tentang mengapa .
Namun, para profesional kesehatan mental telah mengajukan beberapa hipotesis. Satu alasan utama kedua hal itu sering terjadi bersama adalah bahwa kedua gangguan itu memiliki beberapa faktor risiko yang sama, seperti kesulitan mengelola emosi dan pengalaman peristiwa traumatis . Belajar dari mana gangguan berasal sangat penting, karena dapat membantu Anda memahami gejala Anda.
Konsekuensi Memiliki Kedua BPD dan PTSD
Memiliki BPD atau PTSD cukup sulit, karena setiap gangguan dapat memiliki dampak negatif yang besar pada kehidupan seseorang. Mengingat hal ini, tidak mengherankan bahwa kedua gangguan ini dapat sangat mengganggu kehidupan seseorang. Jika Anda memiliki BPD dan PTSD, Anda dapat memperoleh manfaat dari mengetahui kondisi lain (misalnya, penggunaan zat, depresi, sengaja mencelakakan diri sendiri), Anda mungkin berisiko lebih tinggi. Memiliki pengetahuan ini dapat membantu Anda mengambil langkah-langkah (misalnya, mengembangkan keterampilan koping yang sehat ) untuk mengurangi kemungkinan kondisi lain ini berkembang.
PTSD dan Musnah yang Disengaja
Banyak orang dengan BPD sering berjuang dengan sengaja menyakiti diri sendiri, atau penghancuran langsung bagian tubuh tanpa keinginan untuk mengakhiri hidup seseorang. Telah ditemukan bahwa orang dapat menggunakan melukai diri sendiri sebagai cara untuk mengelola atau mengungkapkan pengalaman emosional yang sangat kuat dan tidak menyenangkan.
Juga telah ditemukan bahwa orang-orang dengan PTSD mungkin lebih cenderung terlibat dalam menyakiti diri sendiri juga. Ini masuk akal, karena orang dengan PTSD (tanpa memandang apakah Anda juga menderita BPD) mengalami emosi negatif yang kuat, seperti rasa malu, bersalah, marah, dan takut. Emosi-emosi ini mungkin sulit untuk diduduki, mengarah ke strategi mengatasi yang tidak sehat, seperti menyakiti diri sendiri.
Perilaku Merusak Diri yang Relevan dengan BPD dan PTSD
Sama seperti BPD dan PTSD yang dikaitkan dengan kerusakan diri yang disengaja, gangguan ini juga meningkatkan risiko untuk berbagai perilaku merusak diri sendiri, seperti penggunaan narkoba, pesta makan atau pembatasan, dan bunuh diri. Ketika emosi sangat kuat (seperti apa yang sering dialami oleh orang-orang dengan PTSD dan BPD), mungkin lebih sulit untuk mengendalikan perilaku Anda. Akibatnya, orang lebih cenderung terlibat dalam perilaku yang mengurangi tekanan dalam jangka pendek tetapi memiliki konsekuensi negatif jangka panjang. Dalam mengurangi perilaku ini, penting untuk mengidentifikasi perilaku merusak diri dan apa yang mendorong perilaku merusak diri ini.
Terapi Perilaku Dialektik dan BPD dan PTSD
Terapi perilaku dialektik (DBT) adalah pengobatan kognitif-perilaku yang telah ditemukan sangat efektif untuk mengobati gejala gangguan kepribadian ambang. DBT membantu orang mengelola emosi dan hubungan mereka dengan lebih baik. Meskipun DBT pada awalnya dikembangkan sebagai pengobatan untuk BPD, banyak keterampilan yang disajikan dalam DBT juga telah ditemukan bermanfaat bagi orang-orang dengan PTSD (serta mereka yang memiliki kedua gangguan).
Anda mungkin belum akrab dengan DBT, tetapi jika Anda memiliki BPD, PTSD, atau keduanya, akan bermanfaat untuk membiasakan diri dengan perawatan ini, karena ini mungkin merupakan pilihan yang baik untuk Anda.