Pelatihan ketrampilan toleransi distress adalah fitur inti dari Dialectical Behavior Therapy untuk gangguan kepribadian borderline (BPD) . Keterampilan toleransi marabahaya dimaksudkan untuk mengurangi perilaku impulsif yang sering dapat diakibatkan oleh ketidakmampuan untuk mentoleransi emosi yang kuat.
Apakah Keterampilan Toleransi Distress?
Keterampilan toleransi marabahaya adalah seperangkat alat yang akan membantu Anda mengelola keadaan emosi yang intens tanpa melakukan sesuatu yang merusak.
Ketahuilah bahwa keterampilan ini tidak akan selalu menghapus rasa sakit emosional yang Anda rasakan atau bahkan membuat Anda merasa kurang tertekan. Sebaliknya, tujuan dari keterampilan ini adalah untuk mencegah Anda melakukan sesuatu yang akan membuat situasi menjadi lebih buruk.
Keterampilan ini paling baik digunakan ketika Anda dihadapkan pada situasi yang tidak dapat Anda perbaiki — ada banyak peristiwa dalam hidup kita yang tidak dapat kita ubah, tetapi itu menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Dalam situasi-situasi itu, keterampilan toleransi penderitaan dapat menjadi sangat penting.
Mengapa Keterampilan Toleransi Distress Penting?
Salah satu gejala yang paling merusak dari gangguan kepribadian borderline adalah perilaku impulsif . Banyak orang dengan BPD memiliki masalah dengan penyalahgunaan zat, penyalahgunaan alkohol , pengeluaran, mengemudi sembrono, kekerasan fisik , dan seks impulsif .
Dalam banyak kasus, semua perilaku impulsif ini didahului oleh emosi yang kuat. Inilah cara kerjanya:
- Anda memiliki emosi yang kuat yang dipicu oleh suatu peristiwa (misalnya, penolakan oleh orang yang dicintai .)
- Anda merasa dan percaya bahwa emosi itu tidak dapat ditolerir (misalnya, "Saya tidak tahan dengan perasaan ini.")
- Anda terlibat dalam perilaku impulsif untuk mengurangi emosi yang tampaknya tak tertahankan (misalnya, minum alkohol).
- Perilaku diperkuat karena bekerja dalam jangka pendek (misalnya, Anda merasa lebih baik sementara).
- Setelah efek sementara dari perilaku impulsif telah memudar, Anda merasa lebih buruk karena: (a) hal yang menyebabkan Anda merasa buruk di tempat pertama belum hilang, dan (b) sekarang Anda merasa malu tentang impulsif perilaku dan konsekuensi merusaknya.
Seperti yang Anda lihat, perilaku impulsif adalah cara yang cukup tidak sehat untuk menghadapi emosi yang kuat, karena sementara mereka kadang-kadang "bekerja" dalam jangka pendek (misalnya, mengurangi kesusahan), dalam jangka panjang mereka malah memperburuk keadaan. Jadi, keterampilan toleransi penderitaan merupakan alternatif untuk siklus ini.
Keterampilan ini membantu Anda melewati rasa sakit emosional tanpa melakukan apa pun yang impulsif. Dalam jangka panjang, keterampilan ini mengarah pada pola yang lebih sehat dan mengurangi rasa sakit emosional (karena Anda tidak terlibat dalam begitu banyak tindakan merusak).
Bagaimana Saya Dapat Mempelajari Keterampilan Toleransi Gangguan?
Cara terbaik untuk mempelajari keterampilan toleransi marabahaya adalah menemukan praktisi Terapi Dialektika Perilaku yang terlatih di daerah Anda. Untuk beberapa gagasan tentang cara menemukan program DBT, lihat “ Temukan Ahli Terapi BPD .”
Dalam Terapi Perilaku Dialektik, Anda akan menghadiri kelas pelatihan keterampilan kelompok di mana Anda akan belajar empat jenis keterampilan: keterampilan mindfulness , keterampilan pengaturan emosi , keterampilan toleransi marabahaya, dan keterampilan efektivitas interpersonal.
Selain itu, Anda akan melatih keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari dan mendapatkan dukungan dari terapis DBT individu. Program DBT sangat efektif dalam mengurangi beberapa fitur utama gangguan kepribadian borderline.
Berikut ini beberapa latihan yang dapat membantu Anda mulai bekerja pada keterampilan toleransi marabahaya Anda:
Sumber:
Linehan MM. Perawatan Kognitif-perilaku Gangguan Kepribadian Borderline. New York: Guilford, 1993.
Linehan MM. Panduan Pelatihan Keterampilan untuk Mengobati Gangguan Kepribadian Borderline. New York: Guilford, 1993.